Penerapan PSAK No.31 dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia atas Transaksi Kredit dalam Rangka Kewajaran Laporan Keuangan di BPR X Cabang Sidoarjo

Darmawan, Anna Vianita (2009) Penerapan PSAK No.31 dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia atas Transaksi Kredit dalam Rangka Kewajaran Laporan Keuangan di BPR X Cabang Sidoarjo. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
Ak_2407_Abstrak.pdf

Download (45Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/131075

Abstract

Pada saat ini bank mempunyai peranan yang sangat penting bagi masyarakat pada umumnya, dimana bank menyediakan dana yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga dapat memperlancar kegiatan perekonomian. Selain itu, bank merupakan tempat penyimpanan dana masyarakat. Kegiatan bank didasarkan atas kepercayaan masyarakat, sehingga bank harus memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat. Hal ini sangat mendukung perkembangan yang akan terjadi pada bank dari waktu ke waktu. Dalam menjalankan kegiatannya, bank umum dan BPR memiliki peraturan dan kebijakan yang didasarkan pada PSAK No.31 revisi 2000 dan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI). Dengan aturan tersebut, setiap bank dapat menyajikan laporan keuangan secara wajar dan sesuai aturan yang berlaku. BPR X cabang mematuhi peraturan dan kebijakan akuntansi yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia. Kegiatan yang mendukung pendapatan terbesar di BPR X cabang adalah pemberian kredit, yang membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Pemberian kredit ini tidak terlepas dari risiko tidak tertagihnya pelunasan kredit, baik sebagian maupun seluruhnya. Oleh karena itu, BPR X cabang harus mempertimbangkan dengan baik dan memperhatikan kebijakan dalam pemberian kredit, sehingga risiko terjadinya kredit bermasalah dapat terhindari. Kegiatan yang dilakukan oleh BPR X cabang (terutama dalam bidang perkreditan) harus melakukan pencatatan akuntansi sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga dapat memberikan informasi keuangan yang akurat dan tidak menyesatkan pembaca laporan keuangan. Dengan diperolehnya hasil penelitian atas analisis yang dilakukan terhadap transaksi kredit, BPR X cabang tidak sepenuhnya menerapkan standar akuntansi kredit (PSAK No.31 revisi 2000 dan PAPI). Dimana masih terdapat beberapa perbedaan perlakuan akuntansi, baik pengakuan dan pengukuran, penyajian, maupun pengungkapan. Selain itu, BPR X cabang tidak membuat laporan arus kas serta laporan komitmen dan kontinjensi. Perbedaan ini akan mempengaruhi kewajaran laporan keuangan. BPR X cabang harus menelaah perlakuan akuntansi yang berbeda dan memperbaiki sebagaimana mestinya, sehingga laporan keuangan yang dibuat tidak terdapat salah saji. Dengan demikian, pembaca atau pengguna laporan keuangan dapat memperoleh informasi keuangan yang tepat, akurat, dan terpercaya sehingga mampu mengambil keputusan yang tepat sesuai yang diharapkan demi perkembangan BPR X cabang itu sendiri.

Item Type: Undergraduate thesis
Uncontrolled Keywords: Akuntansi perbankan, transaksi kredit, kewajaran laporan keuangan
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 08 Jan 2016 02:20
Last Modified: 08 Jan 2016 02:20
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/26469

Actions (login required)

View Item View Item