Analisis Pengobatan dan Drug Related Problem pada Penderita Angina Pektoris yang Menjalani Rawat Inap di Rumah Sakit Surabaya Internasional Tahun 2005-2006

-, Mukaromah (2007) Analisis Pengobatan dan Drug Related Problem pada Penderita Angina Pektoris yang Menjalani Rawat Inap di Rumah Sakit Surabaya Internasional Tahun 2005-2006. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
F_2282_Abstrak.pdf

Download (63Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/149619

Abstract

Telah dilakukan penelitian non-eksperimental mengenai analisis pengobatan dan drug related problem pada penderita angina pektoris yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Surabaya Intemasional tahun 2005 - 2006. Metode penelitian yang digunakan adalah metode retrospektif dan dianalisa secara deskriptif. Sebagai bahan penelitian utama adalah data rekam medis pasien dengan diagnosa keluar angina pektoris, yaitu sebanyak 42 data rekam medis. Hasil analisis pengobatan : golongan obat yang banyak digunakan untuk terapi angina pektoris adalah antiplatelet (88%), nitrat (83%), statin (74%), Ca channel bloker (67%) dan ansiolitik (52%). Jenis obat yang banyak digunakan untuk terapi angina pektoris adalah clopidogrel (79%), aspirin (76%), atorvastatin (60%), ISDN iv pump (55%) dan Estazolam (43%). Hasil analisis kesesuaian terapi : de Iapan (62%) dari tigabelas jenis obat yang digunakan memiliki kesesuaian dosis terhadap SDT RS Dr Soetomo 2006. Lima (38%) dari tigabelas jenis obat yang digunakan, memiliki ketidaksesuaian dosis terhadap SDT RS Dr Soetomo 2006 yaitu pada penggunaan bisoprolol (80%), isosorbid mononitrat (67%), diltiazem (64%), ISDN iv (58%), dan amlodipin (12%). Hasil analisis Drug related problem yang terjadi meliputi : interaksi obat tidak bermakna klinis secara farmakologis potential drug related problem (79%) dan indikasi yang tidak memperoleh terapi (5%). Hasil data penunjang : Angina pektoris terbesar diderita oleh \aki-laki (74%). Penderita angina pektoris terbanyak pada kelompok usia 51-60 tahun (31%), kelompok usia >70 tahun (24%), kelompok usia 61-70 tahun (24%), kelompok usia 41-50 tahun (14%), dan ke\ompok usia 3\-40 tahun (7%). Angina pektoris tidak stabi1 (60%) lebih banyak diderita dibandingkan jenis angina lainnya. Tiga penyakit penyerta terbesar adalah hipertensi (20 kejadian), diabetes mellitus (15 kejadian) dan gastritis (8 kejadian). Penyakit komplikasi yang terjadi IMA (l kejadian), IMA NSTEMI (4 kejadian) dan gaga! jantung (1 kejadian). Kelengkapan pencatatan data tinggi badan dan berat badan pada lembar rekam medis (36%). Tindakan kateter jantung yang dilakukan yakni PTCA (24%) dan angiografi koroner (5%). Lama rawat inap penderita angina pektoris terbanyak pada rentang perawatan 1-3 hari (42%) dengan status pulang membaik (88%).

Item Type: Undergraduate thesis
Uncontrolled Keywords: angina pektoris, pola pengobatan, ketidaksesuaian dosis, drug related problem
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Jumagi 197012
Date Deposited: 13 Apr 2016 08:20
Last Modified: 13 Apr 2016 08:20
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/27470

Actions (login required)

View Item View Item