POTENSI EKSTRAK TANAMAN JAMU INDONESIA (Zingiber officinale, Kaempferia galanga, Curcuma domestica, Alpinia galanga) SEBAGAI QUORUM SENSING INHIBITOR DALAM PROSES INFEKSI Pseudomonas aeruginosa

Sari, Candra Ratna and Nugroho, Tiara Anindita and Kartikasari, Ratih Indah and Stephanie, Catherine and Priscilla, Vina (2015) POTENSI EKSTRAK TANAMAN JAMU INDONESIA (Zingiber officinale, Kaempferia galanga, Curcuma domestica, Alpinia galanga) SEBAGAI QUORUM SENSING INHIBITOR DALAM PROSES INFEKSI Pseudomonas aeruginosa. Universitas Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
PDF
7131033_071004_POTENSI_EKSTRAK_TANAMAN_JAMU_I.pdf

Download (1600Kb) | Preview

Abstract

Pseuodomonas aeruginosa adalah bakteri gram negatif yang merupakan bakteri patogen oportunistik. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran kencing, infeksi saluran pencernaan, keartitis, otitis media, dan bakterimia. Secara alami Pseuodomonas aeruginosa resisten terhadap antibiotik. Di sisi lain penggunaan antibiotika terus-menerus juga meningkatkan potensi resisten antibiotika, sehingga dibutuhkan solusi untuk menghambat pertumbuhan maupun faktor penyebab penyakit. Penghambatan pertumbuhan maupun faktor penyebab penyakit dapat dilakukan dengan penghambatan molekul quorum sensing (quorum sensing inhibitor). Quorum sensing adalah proses komunikasi antar sel yang berkerja untuk mengontrol produksi faktor virulensi (penyebab penyakit) dan pembentukan biofilm. Molekul yang berperan sebagai sinyal quorum sensing pada bakteri gram negatif adalah N-acyl-homoserine lactones (AHLs). Salah satu bagian dari tanaman jamu yang berpotensi untuk digunakan sebagai quorum sensing inhibitor adalah bagian umbi dari Alpinia galanga (lengkuas), Curcuma domestica (kunyit), Kaempferia galanga (kencur), dan Zingiber officinale (jahe). Beberapa studi menunjukan bahwa Alpinia galanga, Curcuma domestica, Kaempferia galanga, dan Zingiber officinale memiliki kemampuan antimikroba, sehingga kemampuan antimikroba yang berada pada tanaman tersebut harapannya juga berpotensi sebagai molekul penghambat quorum sensing pada Pseudomonas aeruginosa. Kemampuan dari ekstrak rimpang Alpinia galanga, Curcuma domestica, Kaempferia galanga, dan Zingiber officinale sebagai quorum sensing inhibitor dapat diuji melalui uji motilitas serta uji penghambatan AHLs yang menggunakan biosensor. Masing-masing uji membutuhkan ekstrak yang merupakan aqueous (air) ekstrak agar hasil dari uji dapat langsung diaplikasikan ke masyarakat. Penggunaan bahan jamu yang diketahui kemampuannya sebagai quorum sensing inhibitor (QSI) harapanya mampu mengangkat nilai ekonomis dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu, pengujian daya hambat ekstrak masing-masing rimpang Alpinia galanga, Curcuma domestica (kunyit), Kaempferia galanga, dan Zingiber officinale terhadap AHLs (N-acyl-homoserine lactones) dan daya motilitas. Variable bebas yang digunakan adalah konsetrasi ekstrak berbeda dan kombinasi ekstrak yang dinyatakan mampu menghambat. Parameter pengamatan pada uji motilitas adalah diameter penyebaran bakteri yang terbentuk pada twitching assay dan analisa deskriptif dari penyebaran bakteri pada swimming dan swarming assay. Parameter penghambatan molekul AHLs adalah relative light unit (RLU) bioluminesence yang dihasilkan. Untuk mengetahui apakah perbedaan konsentrasi ekstrak dan kombinasi ekstrak berpengaruh terhadap

Item Type: Other
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Faculty of Technobiology > Department of Biology
Depositing User: Eko Setiawan 194014
Date Deposited: 04 Aug 2016 07:16
Last Modified: 04 Aug 2016 07:16
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/28236

Actions (login required)

View Item View Item