Perancangan dan Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dengan Menggunakan Pendekatan OHSAS 18001:2007 di PT. Kurnia Persada Permata Persada, Surabaya

Marnugroho, Radityo (2015) Perancangan dan Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dengan Menggunakan Pendekatan OHSAS 18001:2007 di PT. Kurnia Persada Permata Persada, Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
TM_3837_Abstrak.pdf

Download (146Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/240722

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berpenduduk dalam jumlah besar (240 juta jiwa), maka kebutuhan perumahan bagi masyarakat sangat besar. Kawasan Gedangan Kabupaten Sidoarjo, merupakan daerah industri yang letaknya cukup strategis sebab menghubungkan kota Sidoarjo dan kota Surabaya sebagai ibu kota propinsi. Puri Surya Jaya, merupakan kompleks permukiman bagi kalangan menengah, dimana Tipe Rumah yang ditawarkan ada beberapa macam, seperti Tipe Kecil, Menengah dan Besar. kontraktor PT Kurnia Permata Persada, merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembangunan gedung, adalah salah satu kontraktor yang berkiprah di kompleks Puri Surya Jaya dengan Developer Perumahan PT Jaya Land. Kegiatan pembangunan membutuhkan manajemen yang bagus di lapangan, hal ini bertujuan agar jadwal waktu pelaksanaan dapat ditepati bahkan kalau bisa lebih cepat, dan resiko kecelakaan kerja dapat dieliminir, sehingga dengan hasil yang memuaskan pemberi tugas maka paket pekerjaan baru akan ditambahkan lagi. Kelancaran pelaksanaan di lapangan, merupakan kunci sukses berkembangnya suatu perusahaan kontraktor, karenanya faktor-faktor yang negatif harus dapat dieliminasi, terutama terkait pada SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Adapun yang dimaksud dengan K3 adalah meliputi Safety Induction (peralatan keselamatan kerja yang harus diketahui dan digunakan karyawan di lapangan), Pelatihan K3 (bagi seluruh karyawan yang terlibat dalam pembangunan gedung, wajib mengikuti pelatihan tersebut), serta Safety Morning dan Toolbox Meeting (pembekalan bagi karyawan proyek sebelum terjun ke lapangan, untuk mengingatkan bahaya kerja yang harus diantisipasi sebelumnya dengan baik). Adapun tahap – tahap yang dilakukan antara lain Identifikasi gap antara kondisi aktual dengan kebijakan OHSAS 18001 : 2007. Setelah diketahui adanya gap, dilakukan perbaikan dengan cara menganalisa potensi bahaya serta penilaian resiko melalui HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control). Setelah itu menentukan OTP (Objective, Target, and Program), hal ini dimaksudkan untuk mengetahui dengan jelas, bagaimana melaksanakan suatu program dengan cara ini maka kelancaran pelaksanaannya akan dapat dijamin. Kemudian dilakukan implementasi, berupa Instruksi kerja, Penetapan manual mutu, sehingga pelaksana kerja tidak mengalami kesulitan di dalam menterjemahkan pekerjaan yang harus dilakukan oleh tim work di lapangan serta tahu persis apa yang menjadi wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing. Permasalahan yang harus mendapat perhatian, adalah banyaknya kontraktor yang belum menerapkan K3 dalam pembangunan gedung, termasuk PT Kunia Permata Persada. Tujuan dilakukannya penelitian, adalah untuk memperkenalkan sistem kerja yang benar dan tepat sasaran, sehingga Perusahaan kontraktor dapat berkembang pesat, bahkan bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain yang sejenis.

Item Type: Undergraduate thesis
Uncontrolled Keywords: sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 09 Sep 2016 08:38
Last Modified: 09 Sep 2016 08:38
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/28373

Actions (login required)

View Item View Item