Pengukuran Kinerja dengan Balanced Scorecard di PT. Jaya Garmen Sukses Makmur Surabaya

Kristianti, Debby (2006) Pengukuran Kinerja dengan Balanced Scorecard di PT. Jaya Garmen Sukses Makmur Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
TM_2757_Abstrak.pdf

Download (348Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/135130

Abstract

PT. Jaya Garmen Sukses Makmur (PT. JGSM) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang gannen, yaitu kemeja, shirt (polo dan oblong), dan celana jeans pria Dengan persaingan yang semakin ketat, perusahaan harus menerapkan strategi yang tepat untuk dapat bertahan dan bersaing. Untuk itu, perusahaan perlu untuk melakukan pengukuran kinerja, sehingga nantinya akan dapat diketahui perbaikan-perbaikan apa saja yang perlu untuk dilakukan. Pengukuran kinerja di PT. JGSM menggunakan konsep Balanced Scorecard dengan empat perspektif pengukuran, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan. Pengukuran kinetja diawali dengan menentukan visi, misi, dan strategi yang dilakukan dengan mempertimbangkan aspek SWOT perusahaan dan dijabarkan kedalarn masing-masing KPI sebagai tolok ukur pengukuran. Selanjutnya, ditentukan bobot (metode Pairwise Comparison) dan target untuk masing-masing KPI. Bobot dari masing-masing perspektif Balanced Scorecard tersebut adalah sebagai berikut: untuk perspektif keuangan 0,25, untuk perspektif pelanggan 0,201, untuk perspektif internal bisnis proses 0,421, dan untuk perspektif pembelajaran dan pertum buhan 0, 126. Skor yang digunakan untuk penilaian adalah 1 sampai 3. Dari basil pengukuran, diketahui bahwa kinerja perusahaan secara keseluruhan pada tahun 2005 adalah baik (2,667}, dengan nilai masing-masing perspektif adalah 0,750, untuk perspektif pelanggan adalah 0,419, untuk perspektif proses bisnis internal adalah 1,183, dan untuk perspektifpembelajaran dan pertumbuhan adalah 0,315. Dari basil pengukuran kinetja tersebut dapat dilihat kinerja tolok ukur yang pencapaiannya mengalarni penurunan, yaitu rendahnya jumlah pelanggan baru dan meningkatnya persentase kesalahan pengiriman barang dari gudang, statis pada nilai sedang yaitu memperbaiki iklim kerja, serta yang mengalami peningkatan namun belum mencapai target seperti rendahnya pangsa pasar, sehingga perlu disusun inisiatif untuk perbaikannya. Melalui metode Quality Function Deployment inisiatif-inisiatif tersebut ditentukan kontribusinya terhadap tolok ukur yang akan diperbaiki. Kemudian dibuat matrik untuk melaksanakan inisiatif perbaikan tersebut. Dalam hal ini diketahui bahwa kepala bagian produksi, kepala bagian penjualan, kepala bagian gudang serta kepala bagian personalia dan umum yang akan banya.k berperan. Langkah selanjutnya adalah menyusun tindakan-tindakan yang lebih rinci (action plan) dari masing-masing insiatif untuk keempat kepala bagian tersebut.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Jumagi 197012
Date Deposited: 10 Apr 2017 08:54
Last Modified: 10 Apr 2017 08:54
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/29532

Actions (login required)

View Item View Item