Perjuangan Gigih Pahlawan Tanpa Tanda Jasa : Dinamika Konflik Kerja-Keluarga pada Guru

Dewi, Luh Kusuma (2006) Perjuangan Gigih Pahlawan Tanpa Tanda Jasa : Dinamika Konflik Kerja-Keluarga pada Guru. [Undergraduate thesis]

[thumbnail of IN_725_Abstrak.pdf]
Preview
PDF
IN_725_Abstrak.pdf

Download (59kB) | Preview
Official URL / DOI: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/148614

Abstract

Nasib guru terus diperjuangkan dan nampaknya tidak pernah usai. Ditengah maraknya perjuang untuk guru, kehidupan seorang guru menjadi sangat menarik untuk disimak. Dari kondisi yang digambarkan diatas, tentu memunculkan peluang terjadinya konflik pada pekerjaan apalagi keluarganya. Konflik kerja­ keluarga adalah suatu bentuk konflik yang terjadi karena adanya ketidakseimbangan peran di pekerjaan dan keluarga. Ketika tuntutan dipekerjaan tidak sejalan dengan tuntutan di keluarga membuat seseorang mengalami konflik ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konflik kerja­ keluarga terjadi, apa dampaknya pada pekerjaan dan keluarga, dan bagaimana mereka mengatasi konflik tersebut untuk mencapai kesejahteraan hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan penjabaran hasil secara deskriptif tentang dinamika konflik kerja-keluarga yang mereka alami. Metode pengumpulan data yang dugunakan adalah wawancara dengan pedoman terstandar yang terbuka, observasi melalui catatan lapangan, dan anamnesa. Jumlah informan yang diwawancarai adalah 3 guru perempuan, 3 guru laki-laki dengan karakteristik sebagai guru yang menikah dan memiliki anak yang masih tinggal satu rumah dengan mereka (belum menikah). Dari penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa yang membentuk munculnya konflik kerja-keluarga adalah adanya perbandingan antara imaginasi dengan kenyataan tentang guru dan sebagai orang tua/pasangan. Dimana imaginasi ini terbentuk dari nilai-nilai budaya, sosial, agama, dan politis. Karena antara imaginasi dan kenyataan tidak sejalan maka terjadilah konflik kerja­ keluarga yang mempunyai dampak pada pekerjaan, keluarga, dan mereka sendiri sebagai individu. Dari munculnya dampak ini mendesak mereka untuk menemukan cara mengatasi ketidakseimbangan tersebut. Simpulan akhinya, untuk mengatasi konflik kerja-keluarga, pada guru perempuan lebih mendahulukan keluarga dan pada guru laki-laki mengutamakan pekerjaan.

Item Type: Undergraduate thesis
Uncontrolled Keywords: Guru, Konjlik kelja-keluarga
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 27 Apr 2017 07:33
Last Modified: 27 Apr 2017 07:33
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/29703

Actions (login required)

View Item View Item