Peningkatan Kualitas Proses Produksi Botol Plastik dengan Penerapan Desain Eksperimen Metode Shainin di PT. WWW, Sidoarjo

Irawan, Mia Septiana Dewi (2007) Peningkatan Kualitas Proses Produksi Botol Plastik dengan Penerapan Desain Eksperimen Metode Shainin di PT. WWW, Sidoarjo. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
TM_2811_Abstrak.pdf

Download (63Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/135240

Abstract

Persaingan bisnis yang semakin meningkat di berbagai sektor industri menyebabkan banyak industri berusaha meningkatkan kuaiitas produk yang dihasiikan. Salah satu perusahaan yang terpengaruh oleh ketatnya persaingan bisnis adalah PT. WWW yang bergerak dalam bidang pembuatan botol plastik. Produk yang dihasilkan oleh PT. WWW cenderung mengalami ketidaksesuaian seperti cacat produk tidak jadi, cacat produk kurang sempurna, cacat produk keropos, cacat produk penyok, cacat botol menyatu dan cacat kotor dengan persentase sekitar 6,15% untuk semua jenis produk. Setelah dilakukan penelusuran penyebab cacat, diketahui bahawa penyebab cacat terbesar dikarenakan faktor mesin terutama karena setting mesin. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memperbaiki proses produksi adalah desain eksperimen metode Shainin. Produk yang diteliti adalah produk yang diproduksi pada saat pengambilan data yaitu produk botol plastik besar, panjang, agak besar bulat, kecil dan produk toples. Metode Shainin digunakan untuk mendapatkan parameter optimal dari setting parameter mesin yang diduga berpengaruh. Eksperimen dilakukan untuk setting parameter yang dikendalikan pada saat didapati banyak produk cacat, yaitu setting temperatur dan waktu. Langkah pertama yang dilakukan adalah melihat penyebaran persentase cacat antar mesin, produk, shift kerja dan jam kerja untuk memfokuskan penelitian. Hasil multi vari-chart dan concentration chart secara keseluruhan, penyebaran cacat terjadi pada mesin dan produk. Maka penelitian difokuskan pada mesin 4 dan 6 penghasil produk kecil. Dari setting parameter mesin yang biasa perusahaan lakukan untuk produk kecil, dipisahkan menjadi 2 level yaitu level high (persentase cacat rendah) dan level low (persentase cacat tinggi) melalui langkah component search. Setelah melewati langkah paired comparison dan product and process search, maka ditentukan setting mesin yang menjadi penyebab cacat terbesar didasarkan pada hasil variabel search. Penyebab cacat terbesar sebagai Red X adalah release air time. Penyebab cacat terbesar kedua sebagai Pink X adalah temperatur earn duse dan penyebab cacat terbesar ketiga sebagai Pale Pink X adalah interaksi cycle time dan temperatur cam duse. Setting mesin level high masing-masing penyebab cacat adalah earn duse 191 cc - l92°C, cycle time 0,3 & 0,5 satuan, dan release air time 1,2 detik. Dilakukan implementasi dengan setting mesin tersebut dan didapatkan hasil rata-rata persentase cacat secara keseluruhan adalah 6,5%. Rata-rata tersebut mengalami penurunan dari persentase cacat semula yaitu 9,73% untuk produk kecil. Dari hasil implementasi, dibuat scatter plot untuk menentukan setting parameter yang paling optimal. Hasilnya adalah cycle time optimal 5 detik. temperatur cam duse optimal 191°C dan release air time optimal adalah 1,2 sekon. Hasil tersebut dibawa ke perusahaan untuk melakukan eksperimen konfinnasi. Hasil eksperimen konfrrmasi secara keseluruhan menghasilkan penurunan persentase cacat yaitu produk tidak jadi dari 4,9519% menjadi 2,8743%, produk penyok dari 1,0586% menjadi 0,8299%, produk keropos dari 1,2712% menjadi 0,4191%, botol menyatu dari 0,6568% menjadi 0,4525%, produk kurang sempurna dari 1,6988% menjadi 1,1287%, produk kotor dari 0,4182% menjadi 0,163'?/o, dan persentase cacat keseluruhan dari 9,7313% menjadi 5,7153%. Perhitungan biaya kualitas per bulan dilakukan untuk melihat penghematan biaya kualitas awal dan usulan. Hasilnya internal failure cost dari Rp 7.054.259,00/2 mesin menjadi Rp 2.082.131,00/mesin, apprisal cost dari Rp 2.624.457,00/ 2 mesin menjadi Rp.704.921,00/mesin, prevention cost dari Rp. 257.429,00/2 mesin menjadi Rp. 282.660,00/mesin dan biaya kualitas keseluruhan dari Rp. 9.936.145,00/2 mesin menjadi Rp. 3.069.712,00/mesin. Penghematan biaya kualitas secara keseluruhan per bulan adalah Rp. 1.898.361,00 untuk produk botol kecil, dengan persentase penghematan 38,21%

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 09 May 2017 06:35
Last Modified: 09 May 2017 06:35
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/29798

Actions (login required)

View Item View Item