Pengukuran Kinerja dengan Integrasi Analisis SWOT, Balanced Scorecard, dan Quality Function Deployment pada Pusat Perkulakan Jala Jaya di Surabaya

Hananto, Agustina Hanawati (2004) Pengukuran Kinerja dengan Integrasi Analisis SWOT, Balanced Scorecard, dan Quality Function Deployment pada Pusat Perkulakan Jala Jaya di Surabaya. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
TM_2385_Abstrak.pdf

Download (231Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/135498

Abstract

Perkulakan Jala Jaya merupakan unit usaha Induk Koperasi Angkatan Laut yang bergerak dalam bidang ritel Pemsahaan ini mengoperasikan gerai swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dan peralatan rumah tangga. Sejak berdiri Perkulakan Jala Jaya telah melakukan evaluasi kinerja setiap tahunnya, namun belum terarah pada pencapaian tujuan strategis dan kinerja hanya ditinjau dari aspek finansial saja. Evaluasi kinerja tersebut tidak menggambarkan pencapaian tujuan perusahaan. Aspek keuangan sebagai tolok ukur kineija tidak dapat menggambarkan titik-titik strategis perusahaan untuk keunggulan bersaing. Perusahaan membutuhkan pengukuran kinerja yang terintegrasi dan terfokus pada tujuan yaitu pengukuran kineija dengan integrasi metode BSC, Analisis SWOT, danQFD. Pada pengukuran ini strategi perusahaan akan dirumuskan dengan analisis SWOT, kemudian strategi tersebut dihubungkan dengan BSC untuk menentukan tolok ukur yang akan digunakan. Setelah itu dilalrukan pembobotan pada rancangan BSC dengan metode pairwise comparison dan kemudian dilakukan pengukuran kinerja berdasarkan rancangan BSC yang telah dibuat. Setelah melakukan pengukuran, ditentukan inisiatif-inisiatif perbaikan untuk memperbaiki kinerja perusahaan yang belum mencapai target yang ditentukan . . Pada perspektif finansial tolok ukur yang digunakan adalah sales growth ratio, net profit margin, dan return on iTTVestment. Pada perspektif pelanggan tolok ukur yang digunakan adalah member discount, product complaint, service complaint, member transaction, dan member contribution. Pada perspektif proses bisnis internal tolok ukur yang digunakan adalah gross margin per total wages, nilai produk rusak, gross margin return on iTTVestment, inventory turn over, harga pokok penjualan, dan jumlah promosi. Pada perspektif pembelajaran tolok ukur yang digunakan adalah rasio keluhan karyawan, absenteeism, dan lateness. Dari basil perhitungan yang dilakuk:an, nilai kinerja perspektif finansial, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan pada tahun 2001 masing•masing adalah 3; 1,9509; 1,9399; dan 2,25. Sedangkan pada tahun 2002 nilai kinerja keempat perspektif tersebut masing-masing adalah 2,2; 1,9981; 2,5361; dan 2,75. Berdasarkan nilai kinerja keempat perspektif tersebut, nilai kinerja keseluruhan perusahaan selama tahun 2001 dan 2002 masing-masing adalah 2,3188 dan 2,2299. Dari basil pengukuran yang dilakukan ditetapkan inisiatif perbaikan untuk tolok ukur yang kinerjanya menurun atau bel urn mencapai target pada tahun 2002. Tolok ukur tersebut adalah product complaint, service complaint, member transaction, member contribution, jumlah promosi, dan lateness. Untuk menentukan prioritas inisiatif perbaikan, digunakan metode QFD dengan membuat matriks HOQ. Bidang-bidang yang terkait dalam usaha perbaikan ditentukan dengan membuat matriks departemen. lnisiatif yang telah ditentukan kemudian di-breakdown ke dalam action plan yang lebih terperinci.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Jumagi 197012
Date Deposited: 16 May 2017 09:23
Last Modified: 16 May 2017 09:23
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/29880

Actions (login required)

View Item View Item