Perbaikan Tata Letak Fasilitas Kerja dengan Aspek Keselamatan Kerja di PT. Tigaha Sono Timber Industry Semarang

Gunawan, Sinta Sari (2007) Perbaikan Tata Letak Fasilitas Kerja dengan Aspek Keselamatan Kerja di PT. Tigaha Sono Timber Industry Semarang. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
TM_2823_Abstrak.pdf

Download (64Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/135123

Abstract

PT. Tigaha Sono Timber Industry merupakan perusahaan pengolahan kayu, yang mendapatkan bahan baku kayu dari supplier di Kalimantan, kemudian mengolah kayu tersebut untuk diekspor ke luar negeri sebagai bahan baku produk-produk dari kayu, seperti lantai (jlooring), meja kursi (decking), pagar, dan garden post. Perusahaan ini ingin meningkatkan efektifitas dan efisiensinya dengan memperbaiki kondisi-kondisi yang mengganggu dan menghambat proses produksi. Kebutuhan akan kayu dari tahun ke tahun semakin meningkat, bahkan sering kali permintaan itu melebihi kapasitas produksi yang dimiliki oleh perusahaan. Produk yang paling sering mengalami under capacity adalah lantai (jlooring) dan meja kursi (decking), karena demand terbesar terjaadi pada kedua jenis produk ini. Oleh karena itu, perusahaan berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan jalan menambah jumlah mesin atau jam kerja (lembur). Selain itu, masalah kecelakaan kerja sering terjadi di perusahaan. Rata-rata jumlah kecelakaan kerja total dalam dua tahun terakhir, yaitu 113 kasus per tahun, yang didominasi kecelakaan pada mesin cross cut atau circle, sebanyak 56 kasus per tahun. Adapun tata letak mesin pada Departemen Pemotongan masih belum baik. Untuk mengatasi masalah kecelakaan kerja yang ada, dilakukan perbaikan fasilitas kerja dengan penambahan pengaman pada mesin cross cut atau circle berupa penutup mesin dan rem (stopper). Setelah dilakukan implementasi, terjadi perubahan pada sqfety performance measurement, yaitu total man hours naik dari 616,889 jam per 2 minggu menjadi 642,5 jam per 2 minggu, total lost time menurun dari 26,6108 jam per 2 minggu menjadi 1 jam per 2 minggu, frekuensi kecelakaan kerja (FKK) berkurang dari 24,2055 kecelakaan per 2 minggu menjadi 12,4514 kecelakaan per 2 minggu, tingkat keparahan kecelakaan kerja (TKKK) berkurang dari 736,1555 menjadi 1 ,915, rata-rata jam kerja hilang (RHH) berkurang dari 1,2172 jam per 2 minggu menjadi 1,00035 jam per 2 minggu, dan indeks kecelakaan kerja (IKK) berkurang dari 32,4185 menjadi 0,0243. Setelah dilakukan perhitungan routing sheet, jumlah mesin yang dibutuhkan sudah mencukupi untuk memenuhi demand. Oleh karena itu, dilakukan penambahan jam kerja (lembur) sebesar 5 jam/hari untuk menambah kapasitas produksi perusahaan, sehingga dapat memenuhi demand yang tidak tercover dengan memperhatikan aspek kenaikan demand sebesar 25%. Sedangkan untuk mengatasi masalah layout pada lantai produksi yang belum baik, dilakukan perancangan layout usu1an dengan software Quantitative System 3,0. Berdasarkan hasil perhitungan software diperoleh perbandingan total kontribusi yang berkurang dari 31.074,15 kg.m/bulan menjadi 27.903,79 kg.m/bulan (berkurang sebesar 10,2%).

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 19 May 2017 06:31
Last Modified: 19 May 2017 06:31
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/29914

Actions (login required)

View Item View Item