Hubungan antara Adversity Quotient dengan Fear of Succes pada karyawati bank di Sumenep

-, Betty (2003) Hubungan antara Adversity Quotient dengan Fear of Succes pada karyawati bank di Sumenep. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
P_348_Abstrak.pdf

Download (54Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/143395

Abstract

Dalam usaha untuk mencapai keberhasilan di dunia kerja, kemampuan untuk mengatasi hambatan dan rasa takut terutama pada wanita yang sudah berkeluarga dapat ditunjukkan oleh Adversity Quotient-nya (AQ) yang terdiri dari aspek-aspek control, ownership, reach, dan endurance. AQ banyak membahas tentang ketahanan seseorang dalam menghadapi kondisi, situasi, dan keadaan yang penuh dengan keterpurukan, permasalahan, dan konflik. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba untuk melihat hubungan antara AQ dengan Fear of Success (FOS) pada karyawati bank di Sumenep. Subjek penelitian adalah karyawati Bank JATIM, Bank Danamon, BTN, BRI dan BCA di Sumenep. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket pada karyawati dengan karakteristik sudah menikah, minimal memiliki seorang anak, dan berusia 25-40 tahun (N= 13). Ada tiga macam angket yang disebarkan, yaitu angket FOS terdiri dari 45 item, angket AQ terdiri dari 40 item, dan angket Quitter, Camper, dan Climber (QCC) terdiri dari 15 item. Untuk lebih menunjang data yang didapatkan, maka peneliti melakukan wawancara pada tiga subjek penelitian yang masing-masing mempunyai FOS kategori cukup, rendah dan sangat rendah. Hasil perhitungan masing-masing subjek dengan korelasi Kendall menunjukkan ada hubungan negatif yang tidak signifikan antara AQ dengan FOS [ rxr- -0, 189; p (0,384) > a (0,05) ]. Dengan demikian, hasil penelitian tidak mendukung hipotesis yang diajukan. Artinya kenaikan nilai AQ tidak selalu diikuti turunnya FOS. Sebagian besar subjek penelitian memiliki FOS yang rendah. AQ yang tinggi tidak selalu menunjukkan FOS rendah. Hal ini dikarenakan lingkungan sosial dan lingkungan kerja yang menerima keberadaan wanita yang bekerja di sektor publik, adanya model ibu yang bekerja sehingga status ibu bekerja dan ibu rumah tangga dalam lingkungan keluarga diterima, serta pekerjaan suami sebagai pegawai negeri yang oleh subjek dianggap sebagai pekerjaan penting (disegani) sehingga subjek tidak canggung bila mendapat promosi dari bank. Dari hasil wawancara diketahui bahwa pendidikan subjek yang tinggi, dengan kondisi perekonomian yang secara umum masih sulit, serta dukungan suami, mendorong wanita untuk memasuki pekerjaan publik yang biasanya dominan dilakukan oleh pria.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 05 Jul 2017 07:34
Last Modified: 05 Jul 2017 07:34
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/30189

Actions (login required)

View Item View Item