Reaksi Perempuan terhadap Kasus Pelecehan Seksual di Tempat Kerja

Agustina, Rika (2003) Reaksi Perempuan terhadap Kasus Pelecehan Seksual di Tempat Kerja. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
S_121_Abstrak.pdf

Download (63Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/139772

Abstract

Seiring dengan semakin banyaknya perempuan yang mernasuki dunia kerja, maka salah satu hambatan yang dihadapi perempuan adalab kemungkinan mengalami pelecehan seksual di tempat kerja. Melalui pemberian ilustrasi kasus-kasus yang mengacu pacta kasus nyata pelecehan seksual di ternpat ketja yang pernah dimuat di media massa, peneliti ingin mengetabui bagaimana reaksi peketja perempuan terhadap suatu situasi pelecehan seksual. Melalui pengetabuan tentang reaksi peketja perernpuan tersebut maka dapat diperoleh wawasan dan kesadaran kritis tentang apa yang dapat dilakukan pekeija perempuan, masyarakat, dan ternpat kerja dalam menghadapi fenomena pelecehan seksual. Lima buab ilustrasi kasus-kasus pelecehan seksual yang diberikan tersebut mengandung lima bentuk pelecehan seksual yang dikemukakan oleh Till ( 1980, dalam Denmark & Paludi, 1993: 547 ), yaitu Gender Harassment, Seductive Behaviour (pelecehan seksual yang mernilik:i muatan kekerasan rendab), Sexual Bribery, Sexual Coercion, dan Sexual Assault (pelecehan seksual yang memiliki muatan kekerasan tinggi). Menurut Ormerod & Gold (1988, dalam Denmark & Paludi, 1993: 54 7), reaksi terhadap pelecehan seksual dapat diklasifikasikan atas strategi internal, yaitu strategi yang menampilkan usaba-usaba untuk mengelola kognisi dan emosi berkaitan dengan peristiwa/situasi pelecehan seksual, dan strategi eksternal, yaitu strategi yang memfokuskan pacta situasi pelecehan seksual itu sendiri. Responden dalam penelitian ini adalah tiga orang pekeija perempuan berusia 26 tahun yang beketja secara tetap di suatu tempat keija. Teknik pengambilan sam pel yang digunakan adalab pengambilan sampel kasus tipikal. Metode pengumpulan data yang digunakan adalab wawancara mendalam dan tipe wawancara yang digunakan adalab wawancara dengan pedoman umum. Penelitian ini menghasilkan suatu kesimpulan babwa pemilihan reaksi individu tidak semata ditentukan oleh muatan kekerasan yang terkandung dalam suatu situasi pelecehan seksual. Strategi reaksi internal dan eksternal sama-sama muncul baik dalam pelecehan seksual yang memilik:i muatan kekerasan rendab maupun tinggi. Pemilihan reaksi antara lain dipengaruhi oleh evaluasi!penilaian kognitif tentang makna situasi pelecehan seksual bagi diri individu, sumber daya yang meliputi: personal (pengetabuan tentang hak, past experience yang berasal dati diri individu sendiri, orang lain atau media massa, bargaining power, beliefs tentang seksualitas), masyarakat (beliefs tentang seksualitas, hukum yang berlaku) serta kondisi organisasi (aturan, kultur organisasi), juga hambatan yang meliputi: masyarakat (beliefs tentang seksualitas) dan kondisi organisasi ( aturan, kultur organisasi). Berkaitan dengan hasil penelitian, disarankan agar perusabaan mernbuat kehijakan dan implementasinya tentang masalab pelecehan seksual di tempat keija. Bagi peneliti lain yang hendak melanjutkan penelitian ini, disarankan untuk lebih mengungkap alasan yang melatarbelakangi pernilihan reaksi individu terhadap pelecehan seksual.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 01 Aug 2017 01:00
Last Modified: 01 Aug 2017 01:00
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/30497

Actions (login required)

View Item View Item