Perbedaan Komprehensi Bahasa Indonesia pada Anak Dwibahasawan Indonesia-Inggris dengan Anak Dwibahasawan Inggris-Indonesia

., Juliani (2003) Perbedaan Komprehensi Bahasa Indonesia pada Anak Dwibahasawan Indonesia-Inggris dengan Anak Dwibahasawan Inggris-Indonesia. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
P_346_Abstrak.pdf

Download (52Kb) | Preview
Official URL / DOI: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/143371

Abstract

Ada beberapa pendapat pro dan kontra akan berbagai dampak kedwibahasaan. Bagi sebagian orang menjadi dwibahasawan di usia dini merupakan keuntungan tersendiri, karena masa anak merupakan masa keemasan untuk belajar bahasa. Namun sebagian berpendapat bahwa menjadi dwibahasawan di usia dini bisa menjadi kendala bagi perkembangan anak hila anak belum mampu menguasai bahasa pertamanya (B 1) dengan baik. Salah satu faktor yang menunjang keberhasilan anak dalam berdwibahasa yaitu faktor lingkungan sekolah yang menggunakan sistem kedwibahasaan. Faktor lingkungan sekolah dwibahasa juga memiliki dampak tertentu bagi anak, misalnya: anak menjadi kurang mengerti akan arti kata dari salah satu bahasa yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan komprehensi bahasa Indonesia antara anak dwibahasawan Indonesia-Inggris dengan anak dwibahasawan Inggris-Indonesia dengan mengontrol inteligensi. Subyek penelitian ini berjumlah 28 orang dan merupakan anak-anak dwibahasawan dengan kewarganegaraan Indonesia, berusia 8 -9 tahun dan duduk di kelas ill SD "X'' Surabaya yang menggunakan 60 % bahasa Inggris dan 40 % bahasa Indonesia serta jenis kelamin tidak dibedakan. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes rumpang, tes Coloured Progressive Matrices (CPM) dan basil wawancara dengan kepala sekolah SD "X''. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik anakova tunggal dengan satu kovariabel. Dari basil analisis dapat disimpulkan : (1) Tidak ada perbedaan komprehensi bahasa Indonesia antara anak dwibahasawan Indonesia-Inggris dengan anak dwibahasawan Inggris-Indonesia ( F = 2,967 ; p (0,097) > 0,05 ), (2) Korelasi antara tes rumpang dan nilai rapor bahasa Indonesia (r = 0,712 ; p (0,000) < 0,05) serta antara tes rumpang dan multiple choice (r = 0,740 ; p (0,000) < 0,05) adalah signifikan, sedangkan korelasi antara tes rumpang dan inteligensi (r = 0,330 ; p (0,086) > 0,05) adalah tidak signifikan. Stimulus lingkungan sekolah yang berdwibahasa sehingga menunjang intensitas penggunaan kedwibahasaan, tingkat pendidikan orang tua yang tinggi, status sosial ekonomi yang menunjang, jumlah keluarga, urutan kelahiran dan pemakaian bahasa ibu sebagai bahasa pengantar di sekolah merupakan faktor-faktor yang menunjang perkembangan komprehensi bahasa anak. Hal tersebut membuat anak menjadi dwibahasawan dengan cara yang lebih mudah dan alamiah sehingga komprehensi bahasa Indonesia tetap terjaga karena bahasa ibu tetap terpelihara dalam penggunaan sistem kedwibahasaan.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 04 Jan 2018 01:12
Last Modified: 04 Jan 2018 01:12
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/31430

Actions (login required)

View Item View Item