Studi Pengaruh Struktur Kepemilikan, Ukuran Perusahaan dan Praktek Corporate Governance terhadap Earnings Management pada Emiten Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2005 - 2007

Susanasari, Dona (2009) Studi Pengaruh Struktur Kepemilikan, Ukuran Perusahaan dan Praktek Corporate Governance terhadap Earnings Management pada Emiten Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode 2005 - 2007. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_2324_Abstrak.pdf

Download (47Kb) | Preview
Official URL / DOI: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/130832

Abstract

Laporan keuangan digunakan untuk memberikan informasi kepada pihak eksternal mengenai kinerja keuangan di perusahaan. Namun, fakta yang terjadi pada kasus Enron, Worldcom, Xerox, PT Kimia Farma dan PT Great River Internasional menunjukkan bahwa pihak manajemen cenderung melakukan earnings management untuk menguntungkan dirinya sendiri. Tindakan earnings management pada laporan keuangan tersebut dapat mengakibatkan investor salah dalam menentukan keputusan investasinya. Adapun tingkat corporate governance di Indonesia paling buruk dibandingkan negara - negara ASEAN lainnnya. Hal ini diduga berpengaruh terhadap banyaknya kasus earnings management yang terjadi di Indonesia. Claessens dalam penelitiannya menyatakan bahwa struktur kepemilikan di Indonesia terkonsentrasi pada keluarga. Struktur kepemilikan yang terkonsentrasi ini bisa berdampak pada terjadinya earnings management yang bersifat oportunistik. Lebih jauh, Claessens juga berpendapat bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap terjadinya earnings management. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat pengaruh dari struktur kepemilikan (keluarga dan institusional), ukuran perusahaan, corporate governance ( kualitas audit, proporsi komisaris independen, keberadaan komite audit) terhadap earnings management. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 175 sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI yang telah menerbitkan annual report dan laporan keuangan tahunan lengkap auditan periode 2005 – 2007. Dalam penelitian ini earnings management diukur dengan menggunakan discretionary accruals yang berasal dari cross-sectional modified Jones Model (1991). Sedangkan dalam melakukan analisis data, penulis menggunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan SPSS 13.00 for windows. Uji normalitas dan asumsi klasik telah dilakukan oleh penulis untuk memenuhi syarat dari analisis regresi berganda dari variabel total accruals dan variabel absolute discretionary accruals. Berdasarkan kedua alat uji tersebut, data penelitian telah dinyatakan memenuhi syarat normalitas data dan bebas dari asumsi klasik. Hanya uji heteroskedastisitas untuk variabel independen deltaREVdanREC yang tidak dapat terpenuhi. Pengobatan heteroskedastisitas dengan menggunakan transformasi logaritma tidak dapat dilakukan karena data mengalami pengurangan ketika dilakukan transformasi logaritma. Selain penelitian utama dengan melakukan analisis regresi berganda untuk 175 sampel pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI yang telah menerbitkan annual report dan laporan keuangan tahunan lengkap auditan periode 2005 – 2007, penulis juga melakukan uji tambahan untuk memastikan keakuratan hasil penelitian. Sampel yang digunakan dalam uji tambahan adalah sama dengan sampel pada uji utama. Hanya saja, uji tambahan ini dilakukan dengan melakukan analisis regresi berganda pada tiap periode , yaitu 128 sampel pada tahun 2005, 31 sampel pada tahun 2006 dan 16 sampel pada tahun 2007. Hasil analisis regresi berganda pada uji utama untuk menjawab hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan (dilihat dari uji F) variabel independen struktur kepemilikan keluarga, struktur kepemilikan institusional, ukuran perusahaan, kualitas audit, proporsi komisaris independen, keberadaan komite audit dan hutang secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel dependen absolute discretionary accruals. Sedangkan secara parsial (dilihat dari uji t), masing-masing variabel independen (struktur kepemilikan keluarga, struktur kepemilikan institusional, ukuran perusahaan, kualitas audit, komisaris independen, keberadaan komite audit ) tidak ada yang berpengaruh secara signifikan terhadap absolute discretionary accruals. Hanya variabel kontrol, hutang (debt) yang berpengaruh positif secara signifikan terhadap absolute discretionary accruals. Untuk hasil uji tambahan analisis regresi berganda yang dilakukan pada masing-masing periode (2005, 2006, 2007) menunjukkan bahwa hanya variabel kontrol debt ( 2005), variabel struktur kepemilikan keluarga ( 2006), variabel keberadaan komite audit ( 2006), dan variabel kualitas audit (2007) yang berpengaruh terhadap variabel dependen absolute discretionary accruals dengan tingkat signifikasi 10% .

Item Type: Undergraduate thesis
Uncontrolled Keywords: struktur kepemilikan, ukuran perusahaan, corporate governance, earning management, perusahaan manufaktur
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 22 May 2018 06:52
Last Modified: 22 May 2018 06:52
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/32391

Actions (login required)

View Item View Item