Pengukuran Kinerja PT. Indobatt Industri Permai Menggunakan Analisis Swot, Metode Balanced Scorecard dan Quality Function Deployment

Wiwarsono, Marselina (2003) Pengukuran Kinerja PT. Indobatt Industri Permai Menggunakan Analisis Swot, Metode Balanced Scorecard dan Quality Function Deployment. [Undergraduate thesis]

[thumbnail of TM_2099_Abstrak.pdf]
Preview
PDF
TM_2099_Abstrak.pdf

Download (76kB) | Preview
Official URL / DOI: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/135868

Abstract

PT. Indobatt Industri Permai adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi swnber pembangkit tenaga listrik pada kendaraan bennotor atau biasa dikenal dengan istilah accu (aki). Selama ini pendekatan dalam metode pengukuran kinerja yang digunakan oleb PT. Indo batt Industri Permai hanya berdasalkan laporan keuangan saja. Namun seiring dengan semakin ketatnya persaingan dalam lingkungan perusahaan yang kompleks, ukuran kinerja finansial saja tidak dapat menjamin kesuksesan jangka panjang karena tidak terlalu memperhatikan aspek-aspek lain yang secara terintegrasi mempengaruhinya. Analisis SWOT dimulai dengan menjabarkan Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats untuk masing-masing aktivitas, kemudian pembentukan matriks SWOT. Dari matriks SWOT dihasilkan empat (4) strategi utama, yaitn mencapai 5 jt plat ( ekspansi), meningkatkan profil konsmnen, go public dan masuk ke wet-charged (MF) battery. Dalam Balanced &orecard, perspektif keuangan terdiri dari KPI Contribution Margin Ratio, KPI Gross Profit Margin on Sales, KPI Total Assets Turnover, KPI Material Turnover dan KPI WIP Turnover. Perspektif pelanggan mempunyai KPI Percentage of Prime customer/Total Sales, KPI Total Sales, KPI Number of Local Prime Customer dan KPI Number of Export Prime Customer. Sedangkan perspektif proses bisnis internal terdapat KPI Production Volume, KPI Uptime of Bottleneck Processes, KPI Percentage of Deftctive Products at Formation Process, KPI Percentage of Reprocess Products at Formation Process, KPI Percentage of Defective Products at Cutting Process, KPI Average Tardiness Local, KPI Average Tardiness Export dan KPI Number of Setup/Production Volume. Pada perspektif belajar dan bertnmbuh terdapat KPI Level of Absenteeism, KPI Number ofTrained Employee dan KPI Productivity Ratio. Untuk periode Mei dan Juni 2003, kinerja perspektif finansial mengalami penurunan sebesar 0,8214, yaitn dari kondisi yangjelek (value 2,0364 atau score 2) menjadi kondisi yang sangat jelek (value I,2150 atau score I). Sedangkan perspektif pelanggan mengalami kenaikan kinerja sebesar 0,2278, dari kondisi yang sangatjelek (value 1,6005 atau score I) menjadi kondisi yangjelek (value I ,8283 atau score 2 ). Perspektif proses bisnis internal mengalami kenaikan kinerja sebesar 0,6356, walaupun masih dalam kondisi jelek (score 2) dan perspektif belajar dan bertnmbuh tidak mengalami perubahan, tetap pada value I,OOOO atau dalam kondisi yang sangatjelek (score I). Dapat disimpulkan, kinerja perusahaan periode Juni 2003 masih dalam kondisi yang sangat jelek (score I), walaupun terjadi kenaikan sebesar O,I497 dibandingkan dengan Mei 2003. Dari matriks House of Quality terpilib 5 dari 8 inisiatif yang pengaruhnya besar. Kelima inisiatif terpilih itn adalah koordinasi penyediaan material dan WIP, memberikan training sistem kerja, meningkatkan service after sales, meningkatkan promosi produk dan peningkatan kapasitas produksi. Matriks tnrunan memperlihatkan bagian produksi (3I,O%) dan marketing (30,9"/o) mempunyai pengaruh dan tanggungjawab yang paling besar dalam melaksanakan perbaikan kinerja perusahaan. Sedangkan bagian keuangan mempunyai kontribusi yang paling sedikit (I 5,8%).

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 29 Jun 2018 07:01
Last Modified: 29 Jun 2018 07:01
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/32597

Actions (login required)

View Item View Item