Penerapan Good Manufacturing Practices (gmp) Dan 5s Di Ud. Karya Remaja, Mojokerto, Jawa Timur

ADI P.K., CIPTAUSUMA (2012) Penerapan Good Manufacturing Practices (gmp) Dan 5s Di Ud. Karya Remaja, Mojokerto, Jawa Timur. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/231545

Abstract

UD. Karya Remaja merupakan perusahaan yang berbadan hukum yang memproduksi dandang. Dandang adalah alat yang dipakai dirumah tangga yang digunakan sebagai alat untuk menanak nasi. Tugas akhir ini dibatasi hanya pada tempat produksi UD. Karya Remaja. Sistem yang ada di tempat produksi UD. Karya Remaja didesain sesuai dengan prinsip dari GMP dan 5S supaya dapat mempermudah kinerja para operator. Kondisi awal dari pabrik saat ini kurang mendukung perusahaan untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik. Hal ini terlihat dari keadaan tempat produksi di perusahaan tidak teratur, banyak barang-barang dan peralatan berserakan dimana-mana. Selain itu kondisi di tempat produksi juga sangat pengap karena kurangnya ventilasi udara serta perusahaan juga kurang memerhatikan kebersihan ruangan kerja dan perawatan mesin ditempat produksi. Melihat kondisi tersebut, maka perlu dilakukan perbaikan pada tempat produksi. Perbaikan tersebut dilakukan dengan cara menerapkan GMP dan 5S. Dengan melakukan kedua hal ini diharapkan dapat memberikan perbaikan kualitas pada proses produksi dandang dan memberikan suasana pabrik yang baik dan nyaman sehingga perusahaan dapat menghasilkan produk yang berkualitas. Apabila perusahaan dapat menghasilkan produk yang berkualitas, maka image perusahaan di mata konsumen akan meningkat. Berdasarkan rank yang didapatkan dari perhitungan FMEA, maka dibuat Diagram Pareto untuk mengidentifikasi proses-proses kritis yang terjadi selama proses produksi. Proses-proses kritis tersebut seperti: proses pembentukan dasar dandang (16%), proses pembentukan kupingan (16%), proses pembentukan menuran (16%), proses pemotongan plat (10,7%), proses pembentukan badan dandang (10,7%) dan proses pembentukan sarangan (10,7%). Proses-proses kritis tersebut akan dicari penyebabnya dengan menggunakan diagram sebab-akibat (Ishikawa), kemudian dilakukan rekapitulasi proses-proses kritis dan recommended action untuk setiap proses. Selanjutnya adalah melakukan perancangan perbaikan GMP. Dimana dalam melakukan perancangan tersebut akan dimulai dari mengelompokan terlebih dahulu kriteria mana saja yang mungkin diperbaiki dan yang tidak mungkin untuk diperbaiki. Cara memperbaiki dengan penerapan 5S dan pembuatan SOP. Penerapan 5S hanya dilakukan ditempat produksi UD. Karya Remaja. Perbaikan tersebut dilakukan dengan tujuan supaya terciptanya suatu lingkungan kerja yang nyaman. Penerapan 5S yang dilakukan yaitu memilah barang yang diperlukan dan tidak diperlukan, menata dengan rapi barang yang telah dipilah, membersihkan semua barang-barang, peralatan produksi dan mesin-mesin, memantapkan 3 tahap pertama dari 5S yaitu seiri, seiton dan seiso, serta melakukan pembiasan 5S dengan pemasangan tata tertib. Hasil dari penerapan 5S dapat diketahui dari kuisioner yang dibagikan kepada 10 pekerja ditempat produksi. Dari hasil kuisioner didapatkan bahwa sebagian besar pekerja setuju dengan penerapan 5S yang bermanfaat bagi perusahaan. Tempat produksi menjadi tertata rapi, bersih dan nyaman. SOP ini dibuat berdasarkan tabel scanning GMP, FMEA dan 5S. Tujuan dari pembuatan SOP adalah untuk menstandarkan seluruh proses yang terjadi dalam proses produksi. SOP merupakan hal yang harus ada dalam perangcangan GMP. SOP yang dibuat adalah SOP kontrol proses produksi, SOP keselamatan kerja dan SOP pemeliharaan bangunan dan fasilitas. Perusahaan ini hanya mengijinkan penerapan dari SOP kontrol proses produksi, dimana hasil penerapannya menunjukan bahwa presentase cacat dari setiap proses pembentukan komponen dandang mengalami penurunan, diantaranya adalah sebagai berikut: proses pemotongan plat mengalami penurunan sebesar 8,29 %, proses pembentukan dasar dandang mengalami penurunan sebesar 5 %, proses pembentukan badan dandang mengalami penurunan sebesar 5,58%, proses pembentukan kupingan mengalami penurunan sebesar 5,81 %, proses pembentukan menuran mengalami penurunan sebesar 6,6 %, proses pembentukan tutup dandang tidak memiliki cacat selama proses produksi sehingga tidak terjadi penurunan presentase cacat, proses pembentukan jagang mengalami penurunan sebesar 6,5 %, proses penempelan stiker mengalami penurunan sebesar 5,39 %, proses pengikatan dengan tali rafia mengalami penurunan sebesar 6,21%. Penurunan presentase cacat tersebut menunjukkan bahwa sasaran mutu untuk prosedur kontrol proses produksi tercapai.

Item Type: Undergraduate thesis
Uncontrolled Keywords: GMP, 5S, FMEA, diagram Pareto, diagram Ishikawa dan SOP.
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Sugiarto
Date Deposited: 23 Mar 2013 03:51
Last Modified: 11 Apr 2014 07:43
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/3285

Actions (login required)

View Item View Item