Analisis Perilaku Konsumen Jam Tangan Palsu Bermerek Dan Merek Biasa Untuk Menetapkan Strategi Pemasaran Di Kedai Jam Tangan

Lingganata, Sandy (2004) Analisis Perilaku Konsumen Jam Tangan Palsu Bermerek Dan Merek Biasa Untuk Menetapkan Strategi Pemasaran Di Kedai Jam Tangan. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
TM_2305_Abstrak.pdf

Download (66Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/135521

Abstract

Sejak !crisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997 talu, Indonesia banyak mengalami berbagai permasalahan. Dengan meledaknya krisis ekonomi dan dollar AS metambung tinggi, harga jam tangan asli bermerek naik tuar biasa. Padahat konsumen tetap ingin tampil trendy dan produk jam tangan sekarang ini sudah menjadi bagian dari kegiatan manusia sebagai alat penunjuk waktu yang paling canggih dan akurat. Dengan adanya kenaikan harga yang cukup luar biasa dari jam tangan asli bermerek tersebut, menyebabkan teljadinya perubahan perilaku konsumen yang cenderung beralih menggunakan jam tangan palsu bermerek maupun jam tangan dengan merek biasa dengan harga yangjauh lebih murahjikadibandingkan denganjam tangan asli bermerek. Dari fenomena diatas maka pengguna jam Iangan palsu bermerek maupun merek biasa memitiki banyak pilihan dalam menggunakan jam tangan yang sesuai dengan setera dan kebutuhan. Oteh karena itu perlu ditakukan penelitian yaitu dengan menganalisis perilaku konsumen pemakaian jam Iangan baik palsu bermerek maupun merek biasa, perbandingan perilaku konsumen yang menggunakan jam tangan palsu bermerek dengan merek biasa, faktor-faktor yang dipentingkan pada saat membeli jam tangan, dilanjutkan dengan menganalisis profil-profil dari konsumen berdasarkan gaya hidupnya, serta menganalisis bagaimana jam tangan palsu bermerek maupun jam tangan merek biasa dipilih oleh konsumen pada tiap profit (kelompok konsumen ). Hasit penetitian secara keseturuhan menyimputkan bahwa merek jam tangan palsu bermerek yang sering digunakan oteh konsumen di Surabaya adalah merek Rotex (32%), Guess (28 %), dan Elle (22.67%). Kemudian merek jam tangan merek biasa yang sering digunakan oteh konsumen di Surabaya adalah merek Alba (38.67%) dan Citizen (28%). Dari basil penetitian diketahui bahwa sebesar 65.33% responden pengguna jam tangan palsu bermerek tidak memiliki jam tangan merek biasa, sedangkan sebesar 34.67% memitiki jam tangan merek biasa Kemudian diketahui bahwa sebesar 57.33% responden penggunajam Iangan merek biasa tidak memiliki jam tangan palsu bermerek, sedangkan sebesar 42.67% memitiki jam tangan palsu bermerek. Fakor-faktor yang dipentingkan oleh konsumen pada saat membeli jam tangan adalah: harga jam tangan yang murah, model/ bentuk jam tangan yang menarik, fasititas/ keunggulan yang dimitiki oteh jam tangan, daya tahan jam tangan yang cukup kuat, multifimgsi bagi konsumen/ fimgsinya itu sendiri bagi konsumen, adanya bonus/ diskon, adanya garansi, pelayanan/ service yang memuaskan, merek terkenal, dan tagi trend/ mode. Kemudian setetah ditakukan proses Clustering profit konsumen berdasarkan gaya hidup, dihasitkan 4 kelompok, yaitu untuk konsumen pengguna jam tangan palsu bermerek adalah kelompok Ajjluent (21.3%), ketompok Achiever (19.3%), kelompok Anxious (17.3%), dan ketompok Socialite (16%). Kemudian untuk konsumen pengguna jam tangan merek biasa adalah kelompok Socialite (27.3%), ke1ompok Affluent (!9.3%), kelompok Loner (18%), dan kelompokAchiever (12.7%) .. Dalam melakukan pemasaran, pihak kedai jam tangan pertu lebih memperhatikan ketompok prioritas sebagai pasar yang potensial untuk dikembangkan.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 24 Aug 2018 08:59
Last Modified: 24 Aug 2018 08:59
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/33174

Actions (login required)

View Item View Item