Penelitian Tingkat Kepuasan Karyawan Pada Core Business Model SKT PT. HM.Sampoerna, Tbk. Unit Plant Kedung Baruk

Chahyadi, Chindra (2000) Penelitian Tingkat Kepuasan Karyawan Pada Core Business Model SKT PT. HM.Sampoerna, Tbk. Unit Plant Kedung Baruk. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/136708

Abstract

Karyawan borongan SKT-HMS merupakan salah satu ujung tombak PT. HM. Sampoerna,Tbk. dalam mencapai profitabilitas (kemampulabaan) dan pertumbuhan pendapatan perusahaan, dimana kinerja karyawan sebenarnya mempunyai kaitan yang erat terhadap motivasi dan kepuasan. Oleh karena itu sangat diperlukan informasi mengenai kondisi dan performance karyawan, yang diukur lewat faktor-faktor motivator dan hygiene dari Karyawan Borongan SKT-HMS, yang cenderung 'sensitif' terhadap 'issue ' dan juga telah mengalami ‘evolusi ' kebijakan dari perusahaan. Konsep pemikiran dari Two Factor Herzberg's Motivator Hygiene Theory yang dipadukan dengan salah satu kreteria dari modul Business excellence Model – British Quality foundation - yaitu people satisfaction dalam membentuk suatu internal service sebagai salah satu pilar dalam mewujudkan rantai kualitas (quality chains) menjadi kerangka berpikir dari penelitian ini. Dengan mengetahui faktor-faktor yang dirasakan kurang memuaskan karyawan dalam bekerja dan berprestasi, maka perusahaan dapat memperbaikinya dan melaksanakan internal services quality yang mendasar dalam mewujudkan suatu rantai kualitas (quality chains) yang kokoh dalam meningkatkan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitasnya. Dari penelitian ini akan didapatkan informasi mengenai faktor motivator dan faktor hygiene, serta tingkat kepuasan karyawan borongan di PT. HM. Sampoerna, Tbk. Plant Kedung Baruk. Dalam penelitian ini, variabel yang dipakai adalah variabel-variabel Motivator Factor, Hygwne Factor dan variabel latar belakang dari karyawan. Pengambilan sampel dilakukan atas karyawan borongan SKT-HMS Plant Kedung Baruk bagian giling, gunting, pak dan bandrol dengan cara wawancara, diskusi dan menyebarkan kuesioner secara acak, dengan menjamin tingkat akurasi. Dari data yang diperoleh, kemudian diolah dengan menggmakan software SPSS 8 for windows. Metode yang digunakan adalah analisis factor, analisis cross tabulasi dan analisis factor mean. Dari pengolahan factor analysis, variabel-variabel yang ditanyakan dapat direduksi menjadi 9 Motivator Factor dan 8 Hygiene Factor, yang mana kepuasan karyawan sangat dipengaruhi oleh kedua dimensi faktor ini. Tampak bahwa nilai kepuasan karyawan atas sebagian besar faktor, cukup baik. Namun ada beberapa faktor tertentu yang masih harus diperhatikan, yaitu faktor motivator 'Penghargaan dan Kepercayaan' dan faktor hygiene ‘Kondisi Lingkungan Kerja’, yang masih dirasakan kurang memberikan kepuasan kepada karyawan. Dari kondisi pada saat ini, tampak tipe kepuasan karyawan bagian giling cenderung kurang terpuaskan oleh hygiene factor, yang lebih mengutamakan kepuasan atas besarnya unsur material yang diperoleh (ekstrinsic), daripada motivator factor. Karyawan bagian giling, pak dan bandrol cenderung kurang terpuaskan oleh motivator factor yang bersifat instrinsic, dan lebih cenderung memberikan toleransi yang tinggi terhadap hygiene factor. Atas kondisi demikian, Manajemen SKT-HMS mencoba menetapkan beberapa strategi dan solusi untuk mengatasi iklim kerja yang tercipta pada saat ini. Dengan tanggapan, solusi dan strategi ini, diharapkan mampu memacu kinerja karyawan yang sesuai dengan sasaran dan tujuan perusahaan.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Karyono
Date Deposited: 14 Mar 2013 08:02
Last Modified: 14 Mar 2013 08:02
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/3334

Actions (login required)

View Item View Item