Kajian Penggunaan Antibiotik pada Neonatus Intensive Care Unit di Sebuah Rumah Sakit Pemerintah di Surabaya

Hidayat, Felix and Setiadi, Antonius Adji Prayitno and Setiawan, Eko (2019) Kajian Penggunaan Antibiotik pada Neonatus Intensive Care Unit di Sebuah Rumah Sakit Pemerintah di Surabaya. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 8 (1). pp. 58-71. ISSN 2252–6218; 2337-5701

[thumbnail of Kajian Penggunaan Antibiotik pada Neonatus.pdf]
Preview
PDF
Kajian Penggunaan Antibiotik pada Neonatus.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of turnitin_Kajian Penggunaan Antibiotik pada Neonatus_Revisi.pdf]
Preview
PDF
turnitin_Kajian Penggunaan Antibiotik pada Neonatus_Revisi.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL / DOI: http://jurnal.unpad.ac.id/ijcp/issue/view/1187

Abstract

Penggunaan antibiotik menjadi salah satu terapi yang banyak diberikan pada bayi di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui profil dan mengkaji biaya, ketepatan dan ketercampuran atau kompatibilitas penggunaan antibiotik pada pasien di NICU salah satu rumah sakit pemerintah di Surabaya dalam kurun waktu November–Desember 2015. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan secara prospektif dengan memanfaatkan data rekam medis sebagai sumber data utama. Seluruh informasi yang diperoleh dari pasien NICU yang menggunakan antibiotik dan masuk dalam kriteria inklusi dan eksklusi dianalisis secara deskriptif. Total 32 orang pasien dilibatkan dalam penelitian ini. Penggunaan antibiotik terdiri dari 25 kali penggunaan antibiotik tunggal dan 14 kali penggunaan antibiotik kombinasi. Ampisilin merupakan antibiotik tunggal yang paling banyak digunakan, sedangkan penggunaan antibiotik kombinasi terbanyak adalah penggunaan kombinasi ampisilin dan gentamisin. Dari total seluruh pasien, hanya terdapat 13 pasien dengan diagnosis infeksi dan hanya 2 pasien (15,38%) yang mendapat terapi antibiotik yang tepat. Proses pergantian terapi didominasi oleh proses de-eskalasi yaitu sebesar 44,44%. Berdasarkan analisis kompatibilitas, terdapat banyak pencampuran sediaan antibiotik intravena yang tidak dapat diklasifikasikan compatible atau not compatible akibat tidak tersedianya informasi terkait kompatibilitasnya. Biaya penggunaan antibiotik yang harus dikeluarkan pasien rata-rata sebesar Rp265.252,00 (min–max= Rp16.100,00 s.d. Rp2.091.590,00). Ketepatan penggunaan antibiotik di ruang NICU perlu ditingkatkan sebagai upaya untuk meminimalkan risiko dampak negatif khususnya peningkatan biaya dan risiko resistensi.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Biaya antibiotik, kajian penggunaan antibiotik, kompatibilitas, neonatal intensive care unit
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Depositing User: A. Adji Prayitno 1122
Date Deposited: 14 Oct 2019 04:59
Last Modified: 18 Mar 2020 08:33
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/36501

Actions (login required)

View Item View Item