Pengukuran Kinerja pada PT X dengan Metode Balanced Scorecard

Kumala, Catarina Vinca (2000) Pengukuran Kinerja pada PT X dengan Metode Balanced Scorecard. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/136602

Abstract

PT "X" merupakan perusahaan yang memproduksi dan memasarkan perabotan rumah tangga yang terbuat dari plastik dan aluminium. Selama ini pengukuran kinerja yang digunakan oleh perusahaan masih terbatas pada pengukuran finansial saja dengan tolok ukur laporan keuangan. Laporan keuangan sebagai tolok ukur kinerja tidak mampu lagi menggambarkan titik-titik strategis perusahaan dalam kondisi menuju keunggulan bersaing. Kondisi persaingan yang ketat dan perkembangan perusahaan menuntut pengukuran yang lebih kompleks dan relevan untuk memenuhi kebutuhan informasi perusahaan. Karena itu diperlukan pengukuran kinerja yang mencakup aspek keuangan, operasional, pelanggan maupun karyawan. Pengukuran kinerja dengan Balanced Scorecard dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Balanced Scorecard menyajikan serangkaian pengukuran kinerja perusahaan dari empat sudut pandang yaitu: financial perspective, customer perspective, internal business process perspective dan learning and growth perspective. Pengukuran Balanced Scorecard berawal dari menentukan visi, misi dan strategi PT "X". Selanjutnya visi dihubungkan dengan strategi dan strategi tersebut dihubungkan dengan pengukuran-pengukuran critical success factor dari empat perspektif dalam Balanced Scorecard Pada tiap perspektif tersebut ditentukan tujuan, target dan tolok ukur yang menjadi dasar pengukuran kinerja perusahaan. Pada financial perspective tolok ukur yang digunakan adalah: ROE, ROI, TATO, SGR, OPM, PMoS, ITO, CR, RTO, FATO dan DR. Pada customer perspective tolok ukur yang digunakan adalah : customer retention, number of new customer, on time delivery dan sales return. Pada internal business process perspective tolok ukur yang digunakan adalah yield rate, idle capacity, new product development time dan supplier leadtime . Sedangkan pada learning and growth perspective tolok ukur yang digunakan adalah employee retention, output per labour hour, employee training dan absenteim. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja dengan rancangan Balanced Scorecard didapatkan perbandingan kinerja perusahaan yaitu pada tahun 1998 kinerja perusahaan cukup baik dengan total penilaian kinerja adalah 2,05 dan pada tahun 1999 kinerja perusahaan juga cukup baik dengan total penilaian kinerja adalah 2,20.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Eko Sasmito 200051
Date Deposited: 17 Dec 2013 03:50
Last Modified: 17 Dec 2013 03:50
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/3927

Actions (login required)

View Item View Item