Hubungan Antara Kekuatan Keyakinan Mitos Kecantikan dan Body-Image Dengan Intensi Mengubah Pola Makan

Ackmelia S.K., Dias (2000) Hubungan Antara Kekuatan Keyakinan Mitos Kecantikan dan Body-Image Dengan Intensi Mengubah Pola Makan. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/148315

Abstract

Menjadi cantik adalah idaman sebagian besar perempuan, karena perempuan adalah mahkluk yang memperhatikan estetika baik wajah, penampilan maupun tubuh. Estetika tubuh merupakan perhatian yang paling utama, karena tubuh tidak dapat dimanipulasi dalam waktu singkat, oleh karena itu banyak perempuan yang berusaha menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan standar yang ia yakini ideal yang lebih dikenal slim is beauty. Seorang perempuan akan merasa cemas bila tidak dapat memenuhi standar tersebut yang memacu timbulnya intensi merubah pola makannya, yang lebih dikenal dengan menjalani diet. Penulis melihat kecenderungan ini juga terjadi pada remaja perempuan, ketika standar sosial atau norma kelompok masih berpengaruh cukup kuat. Lebih jauh penulis juga melihat perubahan pola makan tersebut tidak selalu sehat dalam artian tidak dibawah pengawasan para ahli. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada interaksi yang kuat antara informasi tentang body-image dengan kekuatan keyakinan tentang beauty myth seorang perempuan remaja akan menimbulkan intensi untuk mengubah pola makannya. Body-image digambarkan sebagai citra dan rasa diri dengan membayangkan diri sendiri, bagaimana orang lain berfikir dan menilai dirinya dan bagaimana seseorang berusaha dengan berbagai cara Untuk menyempurnakan dan mempertahankan diri (mengacu pada pengertian konsep diri dan mekanisme pembentukannya dalam Burns, 1993 hal. 16-17, 29 dan Suryabrata,1993, hal. 290, 292, 304). Untuk mengukur variabel body-image ini digunakan angket skala sikap yang aitem- aitemnya mengukur tentang body-image. Sedangkan kekuatan keyakinan mitos kecantikan mengacu pada kecantikan mengenai proporsi tinggi dan berat tubuh. Untuk mengukur variabel kekuatan keyakinan mitos kecantikan ini digunakan angket skala sikap. Data-data yang didapat melalui metode angket diolah dengan analisis regresi linear berganda, dengan hasil sebagai berikut : ada korelasi yang kuat antara informasi tentang bodyimage dan kekuatan keyakinan tentang beauty myth terbadap intensi mengubah pola makan (F ry (1,2)= 24.668 dan p = 0.000; Fry (1,3) = 3.721 dan p = 0,025 ; F ry(2,3) = 1.926 dan p = 0.146]. Pengaruh atau sumbangan variabel kekuatan keyakinan mitus kecantikan sebesar 11,764% dan variabel body-image sebesar 7,896%. Jadi hasil keseluruhan adalah signifikan dan berkorelasi linear, yaitu ada korelasi alan hubungan antara kekuatan keyakinan mitos kecantikan dan bodyimage dengan intensi mengubah pola makan. Saran penulis, hasil yang diperoleh dapat dijadikan kekayaan bahan wacana baik bagi para pembimbing remaja perempuan dalam memantau perkembangan remaja perempuan agar fenomena diet ini tidak berlanjut menjadi gejala anorexia nervosa atau bulimia, dan juga untuk para remaja perempuan Untuk lehih dapat menyaring informasi dengan lebih baik berkenaan dengan norma- norma yang ada dalam kelompoknya.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Moch. Ali Syamsudin 197011
Date Deposited: 25 Jul 2013 06:59
Last Modified: 15 Apr 2014 04:18
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/3984

Actions (login required)

View Item View Item