Perbedaan Kebahagiaan Hidup Antara Guru SD Pria dan Wanita Ditinjau dari Keterikatan Kerja

Tjandra, Ratna Insani (2001) Perbedaan Kebahagiaan Hidup Antara Guru SD Pria dan Wanita Ditinjau dari Keterikatan Kerja. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/143467

Abstract

Masa dewasa awal merupakan saat individu mulai dituntut untuk menyesuaikan diri terhadap pola-pola kehidupan dan harapan-harapan sosial yang baru. Satu hal yang penting dalam masa ini adalah kemampuan memantapkan letak kedudukan dalam hal ini adalah jabatan/profesi. Dewasa ini dari beragam profesi yang ada, profesi sebagai guru dianggap sebagai profesi yang kurang menguntungkan karena penghasilan yang lebih rendah dibanding profesi lain. Walaupun demikian ternyata masih banyak individu dewasa awal yang memilih guru sebagai profesi yang ditekuni bahkan merasa bahagia dalam hidupnya. Menurut Wolfman (1989), pekerjaan sebagai guru lebih sesuai untuk wanita karena karakteristik yang lembut, sabar, dan sebagainya. Dari perbedaan tersebut diasumsikan bahwa kebahagiaan hidup guru pria dan wanita berbeda dengan meninjau keterikatan kerja yang mungkin berbeda antara pria dan wanita. Karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kebahagiaan hidup antara guru pria dan wanita ditinjau dari keterikatan kerja. Subjek dalam penelitian ini adalah 15 guru kelas pria dan 15 guru kelas wanita dari SDN Dr. Sutomo V, VI, VII, VIII di jalan Trunojoyo 84, Surabaya. Pengambilan sampelnya dilakukan dengan teknik purposive sampling dan pengambilan data dilakukan dengan skala keterikatan kerja dan skala kebahagiaan hidup, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Kovariansi 1 Jalur untuk melihat perbedaan kebahagiaan hidup antara guru SD pria dan wanita ditinjau dari keterikatan kerja. Berdasarkan hasil pengujian hipotesa yang dilakukan dengan teknik Anakova I Jalur tersebut didapatkan hasil F=0,185 dengan p=0,674 (p > 0,05 atau 5%), yang berarti tidak ada perbedaan kebahagiaan hidup yang signifikan antara guru pria dan wanita ditinjau dari keterikatan kerja. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dengan mengendalikan keterikatan kerja, tidak ada perbedaan kebahagiaan hidup pada guru-guru SD, baik guru pria maupun wanita. Disarankan bagi para guru untuk tetap mempertahankan adanya pandangan positif baik terhadap siswa maupun terhadap pendidikan, serta memiliki kesetiaan dan pengabdian dalam mengemban profesinya. Sekolah dapat mendukung guru melalui penyediaan fasilitas/dana untuk pembuatan materi pelajaran, mensosialisasikan visi sekolah untuk mencerdaskan bangsa, dan sebagainya. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk mengamati kelompok guru yang berusia antara 25-30 tahun yang memiliki masa kerja yang lebih singkat dan diambil dari berbagai SD di seluruh Surabaya. Penting juga untuk mempertimbangkan pandangan positif terhadap siswa maupun pendidikan, dukungan pasangan hidup, cita-cita masa lalu, dan alasan memilih profesi guru sebagai variabel penelitian.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Moch. Ali Syamsudin 197011
Date Deposited: 20 Aug 2013 07:53
Last Modified: 20 Aug 2013 07:53
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/4082

Actions (login required)

View Item View Item