Analisa Kebutuhan Psikologis pada Kaum Biarawan Biarawati Buddhis Maitreya

Thendean, Erlina (2001) Analisa Kebutuhan Psikologis pada Kaum Biarawan Biarawati Buddhis Maitreya. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/143383

Abstract

Semua manusia yang hidup di dunia, niscaya mempunyai kebutuhan kebutuhan yang harus dipenuhi baik fisik, psikis maupun sosial, sesuai dengan keadaan lingkungannya Menurut Murray (Hall dan Lindzey, 1993:32) munculnya suatu kebutuhan lebih sering diakibatkan karena pengaruh lingkungan dan adanya suatu kebutuhan dapat disimpulkan dari perilaku seseorang. Kebutuhan merupakan suatu hal yang sangat penting karena merupakan dasar dari perilaku manusia tersebut. Perjalanan hidup seorang biarawan-biarawati Buddhis tidak sesederhana yang dibayangkan. Didalamnya terdapat berbagai ujian, kesakitan, rintangan, godaan, kekecewaan, keputusasaan, kesendirian, kepedihan hati dan berbagai persoalan yang kompleks. Oleh karena itu bukanlah suatu hal yang mengherankan bila banyak umat yang merasakan panggilan suci untuk hidup mengabdi dan banyak juga yang akhirnya mengalami kemunduran, berhenti dan putus setengah jalan. Mereka yang tidak memahami keluhuran hidup membiara akan dihimpit perasaan tersiksa menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan yang dibayangkan. Sebaliknya, mereka yang mengawali hidup membiara dengan landasan yang tepat akan memandang segalanya sebagai Rahmat Kasih Tuhan. Mereka yang telah memahami makna luhur hidup membiara akan menggunakan setiap pengalaman sebagai batu loncatan untuk memenangkan pertarungan melawan "aku" dan bersatu dengan Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kebutuhan kaum biarawan-biarawati Buddhis. Subyek penelitian ini adalah kaum biarawan-biarawati Buddhis Vihara Dana Maitreya Surabaya dengan jumlah enam orang. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan kuesioner, wawancara, dan tes psikologi (EPPS). Penelitian deskriptif-kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa need of abasement dan need of succorance muncul sebagai kebutuhan yang dominan pada kaum biarawan biarawati Buddhis. Need of abasement terdapat pada kategori tinggi dan sangat tinggi, need of succorance terdapat pada kategori sedang dan tinggi. Hal ini berarti kaum biarawan-biarawati mempunyai kebutuhan yang cukup tinggi akan rasa bersalah, ketergantungan, mencari perhatian dan dukungan orang lain. Kebutuhan yang rendah yaitu need of heterosexuality yang berkisar dari sangat rendah sampai rendah. Hal ini sesuai dengan pilihan hidup mereka, yaitu menjadi biarawan-biarawati, yang artinya menyerahkan diri secara mutlak kepada Tuhan dan berusaha untuk melayani sesama dengan kasih Tuhan.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Moch. Ali Syamsudin 197011
Date Deposited: 20 Aug 2013 07:12
Last Modified: 20 Aug 2013 07:12
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/4084

Actions (login required)

View Item View Item