Biosensor Berbasis Genetik untuk Prediagnosis dan Diagnosis Type-2-Diabetes (T2D): Review

Gondokesumo, Marisca Evalina and Setiawan, Vendra (2022) Biosensor Berbasis Genetik untuk Prediagnosis dan Diagnosis Type-2-Diabetes (T2D): Review. In: Pertemuan Ilmiah Tahunan Virtual IAI 2022: Expanding the Role of Pharmacists to Strengthen National Resilience in a Dynamic Health Care and Health Development, 30 Juni – 2 Juli 2022, PIT Virtual. (Submitted)

[thumbnail of abstrak_BIOSENSOR.pdf] PDF
abstrak_BIOSENSOR.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (120kB) | Request a copy

Abstract

Latar belakang: Biosensor untuk Type-2-Diabetes (T2D) telah banyak berbasis enzim sebagai indikator kadar glukosa darah pasien. Biosensor ini sudah dikenal akurat dan sensitif, hanya saja false rate masih bisa terjadi akibat perubahan kondisi lingkungan saat pengujian atau pengaruh pengobatan pasien. Selain itu, biosensor enzim tidak dapat mendeteksi kelebihan glukosa yang minim sebagai prediagnosa. Padahal, prediagnosa sangat dibutuhkan untuk mencegah keterlambatan penanganan T2D agar tidak terjadi perburukan kondisi akibat komplikasi. Tujuan: Makalah ini bertujuan untuk melakukan review secara sistematis penelitian terkini terkait pengembangan biosensor berbasis genetik untuk prediagnosis dan diagnosis T2D. Metode: Artikel-artikel penelitian terdahulu dikumpulkan berdasarkan kata kunci yang sesuai pada beberapa laman database jurnal nasional maupun internasional seperti Pubmed, ScienceDirect dan Google Scholar yang dipublikasi dari tahun 2012 - 2022. Artikel terkait kemudian dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan dilakukan review. Hasil: Biosensor berbasis genetik akan menjadi alat canggih untuk diagnosis dini sehingga bisa dilakukan pencegahan tingkat keparahan komplikasi diabetes. Penelitian saat ini telah mengembangkan biomarker dengan plasmid dengan beberapa gen pendeteksi protein glukosa dalam darah. Sampel yang dapat digunakan antara lain: darah, saliva dan cairan tubuh dari pasien. Biomarker berbasis genetik yang digunakan untuk diagnosis T2D harus terintegrasi dengan properti biosensor yang tepat seperti menggunakan data fotonik. Kesimpulan: Terdapat beberapa kandidat gen untuk diaplikasikan dalam biomarker yang potensial dan menjanjikan untuk dimanfaatkan. Hanya saja, aplikasi medis masih dipertimbangkan untuk penggunaan biomarker berbasis genetik karena biaya yang mahal dan memerlukan waktu pengembangan yang cukup lama, meskipun akan sangat menguntungkan untuk mencegah keterlambatan penanganan T2D.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords: Genetik, Genetic, Biosensor, Diabetes, Type-2-Diabetes, Prediagnosis, Diagnosis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Ester Sri W. 196039
Date Deposited: 28 Jun 2022 04:07
Last Modified: 28 Jun 2022 09:16
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/42011

Actions (login required)

View Item View Item