Hubungan Antara Asertivitas dan Dukungan Sosial Dengan Stres Kerja.

Andrijanti, Erny (2001) Hubungan Antara Asertivitas dan Dukungan Sosial Dengan Stres Kerja. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/148942

Abstract

Lingkungan kerja merupakan tempat dimana individu bisa rentan terhadap stres karena disana individu biasa menghabiskan sepertiga waktu dari kehidupannya sehari-hari. Dampak negatif dari stres di lingkungan kerja sempat menjadi masalah serius. Sebab, akibat yang ditanggung perusahaan, dalam bentuk biaya perawatan dan pengobatan cukup besar. Ada beberapa hal yang cukup berpengaruh terhadap munculnya stres di lingkungan kerja yaitu yang berkaitan dengan komunikasi asertif dan dukungan sosial. Asertivitas merupakan salah satu bentuk komunikasi yang mempunyai pengaruh untuk meminimalkan tingkat stres. Karena kelompok orang yang asertif lebih mampu menghadapi konflik dan kecemasan dengan cara yang efektif dan adaptif, sehingga kemungkinan mengalami stres lebih kecil daripada orang yang tidak asertif(Massong dan Dickson, 1981 : 591). Faktor dukungan sosial juga berperan untuk meminimalkan tingkat stres. Karena dengan dukungan sosial yang tinggi dari orang-orang disekitarnya, maka dapat membuat seseorang memiliki penghargaan yang lebih tinggi yang membuat seseorang tidak begitu mudah diserang stres (Smet, 1994 : 138). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara asertivitas dan dukungan sosia1 dengan stres kerja. populasi penelitian ini adalah karyawan PT. Djakarta Lloyd ( Persero) Surabaya. Sampel penelitian berjumlah 38 orang, diambil dengan menggunakan teknik "Total Population Study". Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Analisis data menggunakan teknik Analisis Regresi dan Korelasi Parsial jenjang pertama. hasil analisis ┬Ěstatistik menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara asertivitas dan dukungan sosial dengan stres kerja. Total Sumbangan Efektif (SE) variabel bebas terhadap variabel tergantung sebesar 26,345%. Dengan rincian, SE dari asertivitas sebesar 0,615% dan SE dari dukungan sosial sebesar 25,730%. Hasil korelasi parsial menunjukkan tidak ada hubungan antara asertivitas dengan stres kerja (r par= -0,061 dan p = 0,722) dan ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara dukungan sosial dengan stres kerja (r par =-0,503 dan p "0 0,002). Asertivitas tidak berhubungan dengan stres kerja. Karena asertivitas dapat dipengaruhi oleh faktor budaya. Pada budaya timur asertivitas tidak selalu berdampak positif sebab perilaku asertif dapat menimbulkan terjadinya konflik dan setiap orang cenderung menghindarinya. Perilaku asertif juga dapat menimbulkan perasaan takut dalam diri seseorang, misalnya : takut mendapat celaan dan melukai orang lain. Sedangkan dukungan sosial mempunyai hubungan negatif yang sangat signifikan dengan stres kerja. Dengan demikian, diharapkan perusahaan memperhatikan hal-hal yang dapat menunjang prestasi kerja karyawan.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 01 Aug 2013 04:27
Last Modified: 01 Aug 2013 04:27
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/4255

Actions (login required)

View Item View Item