Perlakuan Akuntansi Atas Kerugian Selisih Kurs Sesuai Dengan Isak No.4 Dalam Menyajikan Informasi Laporan Keuangan Yang Wajar Pada PT X Di Lawang

., Inneke (2001) Perlakuan Akuntansi Atas Kerugian Selisih Kurs Sesuai Dengan Isak No.4 Dalam Menyajikan Informasi Laporan Keuangan Yang Wajar Pada PT X Di Lawang. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/153359

Abstract

Di era globalisasi sekarang ini, dimana perekonomian dunia mulai memasuki sistem perdagangan bebas, peluang pasar untuk luar negeri semakin terbuka Iebar. Setiap negara di dunia berlomba untuk meningkatkan perekonomian dengan melakukan ekspor dan impor. Akibatnya bagi setiap badan usaha yang ingin berkembang dewasa ini akan berusaha meningkatkan ekspor impor. Seiring dengan peningkatan ekspor impor maka muncul juga masalah akuntansi yang signifikan berkaitan dengan pencatatan transaksi ekspor impor. Terutama karena adanya perbedaan di berbagai negara seperti perbedaan mata uang, peraturan pemerintah, sistem perpajakan dan tingkat inflasi akan menimbulkan permasalahan akuntansi yang cukup kompleks. Badan usaha "X" bergerak di bidang manufaktur tekstil dengan menggunakan bahan baku berupa benang dan bahan pembantu berupa bahan-bahan kimia yang diperoleh secara lokal dan impor. Selain itu untuk mendukung aktivitas produksinya badan usaha "X" juga melakukan pembelian mesin secara impor. Pembelian impor dibayar dalam mata uang asing yaitu US dolar, dengan sistem pembayaran letter of credit. Tingkat kurs mata uang asing terhadap Rupiah tidak selalu tetap dari waktu ke waktu. Fluktuasi nilai tukar ini disebabkan karena kebijakan pemerintah maupun mekanisme pasar. Akibatnya akan berdampak pada timbulnya selisih kurs baik rugi maupun laba bagi badan usaha sehubungan dengan utang piutang valuta asing yang dimiliki. Pada pertengahan tahun 1997 terjadi depresiasi luar biasa yang terus berlanjut sampai saat ini. Badan usaha "X" yang mempunyai utang dalam valuta asing dan tidak melakukan hedging atas utangnya mengalami kerugian selisih kurs yang cukup besar. Kebijakan perusahaan untuk tidak melakukan hedging ini disebabkan karena bank menetapkan jaminan atau premi yang cukup tinggi. Hal ini dimaksudkan untuk menutup risiko bank bila kurs US$ tiba-tiba melemah sehingga membuat nasabah wanprestasi. Kerugian selisih kurs yang besar ini akan menyebabkan laba badan usaha menurun drastis sehingga laporan keuangan tidak lagi mencerminkan kinerja pihak manajemen yang sesungguhnya, dan hal ini dapat menimbulkan ketidakpercayaan pihak investor dan kreditor pada badan usaha "X". Sebenarnya dalam PSAK No.1 0 paragraf 32 telah diatur tentang perlakuan akuntansi terhadap selisih kurs akibat depresiasi luar biasa, tapi karena kurang detail maka kemudian IAI mengeluarkan ISAK No.4. Dalam ISAK No. 4 tersebut diatur tentang kondisi dan syarat apa saja yang harus dipenuhi badan usaha untuk mengkapitalisasi kerugian selisih kurs sebagai nilai tercatat aktiva yang bersangkutan seperti apa yang dimaksud dengan depresiasi luar biasa, pengertian replacement cost dan amount recoverable dan bagaimana perlakuan akuntansi yang tepat untuk pengakuan rugi selisih kurs. Kerugian selisih kurs ini dapat dikapitalisasi ke aktiva yang dibeli karena rugi selisih kurs tidak seluruhnya merupakan kerugian bagi badan usaha, jika sediaan/aktiva yang dibeli masih berada dalam badan usaha maka kerugian selisih kurs tersebut lebih bersifat sebagai tambahan nilai aktiva yang dibeli sebab jika badan usaha membeli aktiva yang serupa pada waktu sekarang tentu harga yang harus dibayarkan lebih tinggi. Sehingga rugi selisih kurs tidak bisa dianggap seluruhnya merupakan kerugian bagi badan usaha. Dengan penerapan ISAK No.4, maka kerugian selisih kurs yang dialami badan usaha "X" tidak terlalu besar sehingga laba yang ditampilkan pada laporan keuangan akan mencerminkan kinerja manajemen yang sebenarnya. Dengan kata lain laporan keuangan setelah penerapan ISAK No.4 akan menghasilkan informasi yang lebih relevan bagi pihak eksternal dan pihak internal dalam pengambilan keputusan dan tidak menyesatkan.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Hari Subagijo 201031
Date Deposited: 28 Aug 2013 03:13
Last Modified: 28 Aug 2013 03:13
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/4408

Actions (login required)

View Item View Item