Penerapan Activity Based Management Untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi Pada PT X Di Malang

Setiawan, Bineva (2001) Penerapan Activity Based Management Untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya Produksi Pada PT X Di Malang. [Undergraduate thesis]

[img]
Preview
PDF
AK_1555_Abstrak.pdf

Download (71Kb) | Preview
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/153277

Abstract

Industri pakaian jadi di Indonesia merupakan salah satu bidang usaha yang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Industri di bidang ini banyak diminati oleh para pengusaha sehingga mengakibatkan persaingan yang ketat. Ketatnya persaingan membuat setiap badan usaha berusaha mengikuti perubahan dan perkembangan yang terjadi ditambah lagi dengan adanya krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia sejak bulan Juli 1997. Krisis ini menyebabkan harga dari barang-barang mengalami kenaikan. Harga dari bahan baku yang meningkat menyebabkan biaya produksi juga meningkat. Kenaikan biaya produksi yang tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual dapat mengakibatkan penurunan profitabilitas badan usaha. Untuk mengurangi biaya produksi, badan usaha sebaiknya melakukan peningkatan efisiensi pada proses produksinya dan menghilangkan aktivitas yang tidak memberi nilai tambah karena dapat menimbulkan biaya serta terus menerus meningkatkan efisiensi aktivitas yang memberi nilai tambah. Konsep yang melaksanakan manajemen dan pengendalian aktivitas dikenal dengan Activity Based Management. Activity Based Management merupakan sistem yang menyeluruh yang memfokuskan perhatian manajemen pada aktivitas dengan tujuan untuk meningkatkan nilai yang diperoleh konsumen dan profitabilitas badan usaha melalui pelaksanaan Activity Analysis. Penerapan analisis aktivitas digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas-aktivitas dan menelusuri biaya aktivitas yang terjadi sehingga dapat dikendalikan dengan baik. Setelah analisis aktivitas, dilakukan pemisahan antara aktivitas-aktivitas yang memberi nilai tambah (value-added activities) dan aktivitas-aktivitas yang tidak memberi nilai tambah (nonvalue-added activities). Badan usaha yang menjadi objek penelitian adalah badan usaha yang bergerak dibidang industri pakaian jadi yaitu celana panjang casual dan jeans yang berlokasi di Malang. Hasil analisis yang dilakukan terhadap PT "X" menunjukkan bahwa sistem perhitungan biaya tradisional yang diterapkan oleh PT "X" menyebabkan distorsi pada penentuan biaya produksi pada masing-masing produk. Hal ini dapat dilihat dari adanya over costing sebesar 4,23 % pada produk celana casual serta under costing sebesar 2,84 % yang terjadi pada produk celana jeans. Untuk dapat melakukan penentuan biaya produksi yang akurat, PT "X" perlu melakukan perhitungan berdasarkan Activity Based Costing System, yang menelusuri biaya yang diakibatkan oleh aktivitas ke tiap-tiap aktivitas, kemudian membebankan biaya aktivitas ke masing-masing jenis produk yang dihasilkan. Selain itu, diketahui bahwa pengendalian aktivitas pada PT "X" belum optimal dimana masih terdapat aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah seperti aktivitas penyimpanan bahan baku, kebersihan, pemeriksaan barang jadi, pemasangan label hangtag dan sizetag, dan penyerian ukuran celana sebesar 4,62% dari total biaya aktivitas. Oleh karena itu, PT "X" perlu melakukan continuous improvement melalui pengendalian terhadap aktivitas-aktivitas yang terjadi, khususnya pada proses produksi, dan mengeliminasi nonvalue-added activities sehingga dapat mengurangi biaya produksi yang teijadi.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Karyono
Date Deposited: 05 Sep 2013 06:56
Last Modified: 02 Jul 2014 03:37
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/4643

Actions (login required)

View Item View Item