Profil sensitivitas bakteri Pseudomonas aeruginosa terhadap antibiotik di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya: studi deskriptif periode 2001-2009

Herawati, Fauna (2011) Profil sensitivitas bakteri Pseudomonas aeruginosa terhadap antibiotik di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya: studi deskriptif periode 2001-2009. Prosiding Seminar Nasional & Workshop Home Care, Yogyakarta. pp. 43-48.

[img]
Preview
PDF
Herawati_Profil Sensitivitas Bakteri_Abstract_2011.pdf - Published Version

Download (70Kb) | Preview
[img]
Preview
PDF
Herawati_Profil Sensitivitas Bakteri_References_2011.pdf - Published Version

Download (103Kb) | Preview

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk melawan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat (misalnya dosis yang kurang atau berlebih, lama pemberian yang terlalu singkat atau terlalu lama, penggunaan antibiotik spektrum luas yang berlebihan, dll.) dalam melawan penyakit infeksi dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi/kekebalan bakteri terhadap antibiotik. Di samping itu, penggunuan antibiotik yang tidak adekuat dapat menyebabkan kegagalan pengobatan dan kematian pasien. Pengetahuan yang baik tentang kepekaan bakteri terhadap antibiotik dapat membantu penulis resep dalam menentukan terapi antibiotik empiris. Peneliti melakukan observasi terhadap data antibiotic sensitivity test bakteri Pseudomonas aeruginosa yang dikumpulkan oleh mahasisvva dalam penelitian skripsinya di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya padu tahun 2001,2004,2006,2008, dun 2009. Persentase kepekaan bakteri Pseudomonas aeruginosa pada tahun 2001, 2004, 2006, 2008, dan 2009 secara deskriptif disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Data antibiotic sensitivity test bakteri Pseudomonas aeruginosa terhadap berbagai antibiotik pada tahun 2001 menunjukkan sensitivitas lebih dari 60% terhadap lima golongan antibiotik, yaitu golongan aminoglikosida (amikasin), sejalosporin (seftazidim), fluorokuinolon (siprofloksasin), penisilin (piperasilin-tazobaktam), karbapenem (meropenem). Pada tahun 2004 terjadi penurunan sensitivitas terhadap antibiotik amikasin, siprofloksasin, meropenem; dan peningkatan sensitivitas terhadap antibiotik seftazidim dan piperasilin-tazobaktam. Pada tahun 2006 terjadi penurunan sensitivitas terhadap antibiotik kecuali amikasin. Pada tahun 2008 terjadi peningkatan sensitivitas terhadap antibiotik amikasin, piperasilin-tazobaktam, meropenem; dan penurunan sensitivitas terhadap antibiotik seftazidim dan siprofloksasin. Pada tahun2009 terjadi penurunan sensitivitas terhadap antibiotik amikasin, piperasilin-tazobaktanz, meropenern; danpeningkatan sensitivitasterhadap antibiotik seftazidim dansiprofloksasin Sensitivitas bakteri Pseudomonas aeruginosa dari waktu ke waktu terhadap berbagai antibiotik berbeda. Perlu dilakukan surveilens secara terus-menerus dan penelitian lebih lanjut tentang hubungan tingkat penggunaan antibiotik dan sensitivitas bakteri terhadap antibiotik sehingga dapat dijadikan masukan bagi rumah sakit dalam menentukan kebijakan pengendalian antibiotik di rumah sakit.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: sensitivitas antibiotic, Pseudomonas aeruginosa, studi deskriptif
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Eko Setiawan 194014
Date Deposited: 09 May 2012 02:25
Last Modified: 09 May 2012 02:25
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/466

Actions (login required)

View Item View Item