Perbedaan Motivasi Kerja Ditinjau dari Tingkat Kecemasan Menghadapi Kemungkinan PHK

Yoane, Hertarita Even (2001) Perbedaan Motivasi Kerja Ditinjau dari Tingkat Kecemasan Menghadapi Kemungkinan PHK. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/148922

Abstract

Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam bekerja adalah motivasi, karena tanpa adanya motivasi maka suatu pekerjaan tidak dapat terlaksana dengan baik. Dalam bekerja tentu banyak sekali permasalahan yang muncul, baik dari dalam diri maupun dari luar (lingkungan kerja), dimana salah satunya adalah dengan adanya kebijakan baru dari perusahaan terkait dengan krisis ekonomi yang terjadi di negara Indonesia saat ini, yaitu dengan melakukan PHK. Adanya PHK yang dilakukan oleh perusahaan dapat menimbulkan kecemasan bagi karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut dan hal itu sedikit banyak akan mempengaruhi karyawan di dalam bekerja tergantung bagaimana individu memandang masalah tersebut. Dari fenomena di atas muncul pertanyaan apakah ada perbedaan motivasi kerja ditinjau dari tingkat kecemasan menghadapi kemungkinan PHK. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah para karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan swasta, yang terdiri dari 70 angket yang diambil dengan cara convenience sampling, dimana pengumpulan data dilakukan doogan mooggunakan angket. Dari uji hipotesis diperoleh hasil bahwa ada perbedaan motivasi kerja ditinjau dari tingkat kecemasan menghadapi kemungkinan PHK (F= 4.023 ; p= 0,024). Untuk uji-t antar A diperoleh hasil : Ada perbedaan motivasi kerja yang signifikan antara karyawan yang tingkat kecemasannya tergolong tinggi dengan kecemasan yang tergolong rendah dalam menghadapi kemungkinan PHK (t= 2,075; p= 0,041). Ada perbedaan motivasi kerja yang signifikan antara karyawan yang tingkat kecemasannya tergolong sedang dengan kecemasan yang tergolong rendah dalam menghadapi kemungkinan PHK (t= 2,436; p= 0,018). Tidak ada perbedaan motivasi kerja antara karyawan yang tingkat kecemasannya tergolong tinggi dengan kecemasan yang tergolong sedang dalam menghadapi kemungkinan PHK (t= -0,361 ; p= 0,720). Tidak adanya perbedaan tersebut dapat dijelaskan karena beberapa faktor, yaitu penelitian dilakukan di lingkungan dunia kerja, adanya karakteristik sampel dan pada dasarnya yang diteliti dalam penelitian ini adalah motivasi kerja individu bukan performance dimana ada dua kemungkinan yang bisa muncul yaitu semakin meningkatnya semangat kerja atau menurunnya semangat kerja sehingga dimungkinkan apabila seseorang berada pada tingkat kecemasan yang tinggi, ia masih tetap memiliki motivasi kerja yang tinggi pula. Dari harga nilai rata-rata motivasi kerja diperoleh hasil : (Al = 108,000) = (A2 = 109,286) > (A3 = 100,615). Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja pada kelompok karyawan tingkat kecemasannya tinggi tidak berbeda dengan motivasi kerja pada karyawan yang tingkat kecemasannya sedang. Dan keduanya lebih baik jika dibandingkan dengan motivasi kerja pada karyawan yang tingkat kecemasannya tergolong rendah dalam menghadapi kemungkinan PHK.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Karyono
Date Deposited: 06 Sep 2013 02:47
Last Modified: 06 Sep 2013 02:47
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/4660

Actions (login required)

View Item View Item