Aplikasi Pemeriksaan Operasional Pada Fungsi Penjualan untuk Meningkatkan Efektifitas dan Efesiensi Penjualan pada CV."N" di Lombok

Muliano, Indra Dewi (1998) Aplikasi Pemeriksaan Operasional Pada Fungsi Penjualan untuk Meningkatkan Efektifitas dan Efesiensi Penjualan pada CV."N" di Lombok. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL / DOI: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/153140

Abstract

Aktivitas penjualan merupakan salah satu kegiatan badan usaha yang penting dan merupakan salah satu sumber dari pendapatan utama badan usaha. Di mana aktivitas penjualan dapat mempengaruhi maju mundurnya suatu badan usaha dan juga merupakan suatu bidang yang paling dinamis yang menyangkut kelangsungan hidup badan usaha di masa yang akan datang. Dengan adanya target penjualan yang harus dicapai oleh manajer penjualan maka aktivitas penjualan ini menduduki posisi yang paling penting untuk menentukan laba dalam badan usaha, sehingga aktivitas penjualan ini mudah sekali diselewengkan untuk memperoleh kinerja. Hal ini juga memungkinkan terjadinya kebocoran dan keterlambatan yang cukup besar, yang akhirnya berakibat pada pendapatan badan usaha. Pemeriksaan oporasional merupakan salah satu alat yang dapat digunakan oleh badan usaha untuk membantu manajemen mengidentifikasi berbagai masalah yang dihadapi badan usaha serta memberikan rekomendasi untuk berbagai perbaikan, sehingga pada akhirnya akan membantu badan usaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasionalnya. Dalam skripsi ini pemeriksaan operasional dilakukan di bagian penjualan pada CV."N". Pemeriksaan operasional dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap pemeriksaan pendahuluan, tahap pemeriksaan mendalam dan tahap pelaporan. Tahap pemeriksaan pendahuluan bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan informasi, dan mengungkapkan hal-hal yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut. lnformasi yang diperoleh pada tahap pendahuluan akan dilakukan untuk menyusun kegiatan yang dilakukan dalam pemeriksaan mendalam. Hal-hal yang telah diidentifikasikan sebagai daerah yang lemah pada tahap pemeriksaan pandahuluan harus mendapat perhatian yang lebih besar dalam tahap pemeriksaan mendalam. Setelah tahap pemeriksaan mendalam selesai, pemeriksa bertanggungjawab untuk melaporkan temuan hasil paneriksaannya kepada manajemen atau pihak lain yang memberikan penugasan melalui suatu laporan hasil pemeriksaannya. Dengan demikian, pihak badan usaha dapat mempertimbangkan dan mengambil tindakan-tindakan koreksi yang diperlukan. Dari pemeriksaan yang telah dilakukan pemeriksa pada fungsi penjualan CV. "N" ditemukan adanya kebocoran dan keterlambatan pada kegiatan penjualan. Penyebab kebocoran dan keterlambatan terdiri dari tiga kelompok yaitu faktor prosedur operasional penjualan, faktor manusia, dan faktor alat transportasi. Dari temuan-temuan yang didapat selama pemeriksaan operasional yang dilakukan oleh pameriksa sebagai pihak eksternal yang diharapkan dapat membantu badan usaha dalam menekan tingkat kebocoran dan keterlambatan. Jadi pemeriksa menggunakan pemeriksaan operasional sebagai alat bantu dalam menekan kebocoran dan keterlambatan pada fungsi penjualan.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Hari Subagijo 201031
Date Deposited: 03 Oct 2013 07:07
Last Modified: 03 Oct 2013 07:07
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/4859

Actions (login required)

View Item View Item