Penerapan Substantive Test Terhadap Sediaan Bahan Baku Dalam Rangka Menilai Kewajaran Penyajiannya Dalam Laporan Keuangan PT.X di Surabaya

Indrasari, Mia (2002) Penerapan Substantive Test Terhadap Sediaan Bahan Baku Dalam Rangka Menilai Kewajaran Penyajiannya Dalam Laporan Keuangan PT.X di Surabaya. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/153166

Abstract

Sediaan merupakan komponen penting dalam badan usaha manufaktur. Selain nilainya cukup material, sediaan juga berpengaruh terhadap neraca dan perhitungan laba rugi badan usaha. Oleh karena itu, nilai sediaan yang sebenarnya harus tercermin dalam laporan keuangan. Untuk memastikan kewajaran nilai sediaan yang tercantum di neraca maka perlu dilakukan audit atas sediaan tersebut Dalam melakukan audit atas sediaan untuk menentukan kewajarannya, dilakukanlah substantive test. Penerapan substantive test yang dilakukan pada PT "X" diharapkan dapat memberikan masukan mengenai perlakuan akuntansi yang tepat untuk sediaan bahan baku dan bagaimana pengendalian internal yang baik terhadap sediaan bahan baku. Dalam melakukan pengumpulan dan pengolahan data, langkah­ langkah yang ditempuh adalah dengan mendatangi PT "X" dan melakukan survey pendahuluan. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran umum mengenai kondisi dan kegiatan badan usaha dalam rangka mengetahui permasalahan yang berkaitan dengan sediaan bahan baku. Setelah itu, dilakukan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif melalui kuesioner, interview, dan observasi. Disamping itu, dilakukan studi pustaka yang diikuti dengan analisis. Berdasarkan hasil analisis, dibuatlah konklusi, implikasi, dan rekomendasi. PT "X" merupakan badan usaha manufaktur yang bergerak dalam bidang industri alas kaki khusus pembuatan sandal japit yang mengolah bahan baku karet, calcium, eva, PE, obat-obatan, pigment, dan PVC menjadi sandal japit. PT "X" melakukan produksi berdasarkan pesanan (job order) dan mass production. Wilayah pemasarannya sudah sampai ke luar kota Surabaya dan luar pulau. Sebelum substantive test dilakukan, terlebih dahulu dilakukan pemahaman dan penilaian atas struktur pengendalian internal PT "X", yaitu melalui kuesioner, interview, dan observasi atas kegiatan PT "X". Dari pemahaman tersebut, struktur pengendalian internal sediaan bahan baku yang terdapat pada PT "X" dapat dikatakan cukup baik meskipun masih terdapat beberapa kelemahan. PT "X" melakukan perhitungan fisik sediaan dua kali dalam setahun. Perhitungan fisik tersebut dilakukan oleh bagian gudang dan petugas administrasi sediaan kantor. Perhitungan fisik tidak dilakukan berdasarkan instruksi tertulis dari pimpinan badan usaha, tetapi hanya dilakukan secara lisan saja sehingga menimbulkan pertanggungjawaban yang tidak jelas. Setelah itu, dilakukan penerapan prosedur substantive test terhadap sediaan bahan baku PT "X". Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa PT "X" tidak menyesuaikan nilai sediaan bahan baku dalam catatan akuntansinya dengan data yang benar dari hasil perhitungan fisik sehingga terdapat selisih antara jumlah sediaan bahan baku menurut catatan akuntansinya dengan jumlah fisiknya dan mengakibatkan penyajian nilai sediaan bahan baku dalam neraca menjadi overstated dan penyajian beban pokok penjualan menjadi understated yang mengakibatkan laba yang disajikan dalam laporan laba rugi menjadi overstated. Selisih ini disebabkan karena kadar air yang terkandung dalam karet bisa berkurang, kadang­ kadang petugas gudang dalam menimbang bahan baku kurang tepat, ada bahan baku yang tercecer waktu ditimbang. Jika dibandingkan dengan nilai sediaan bahan baku di neraca, selisih tersebut tidak material, sehingga dapat dikatakan bahwa nilai sediaan bahan baku yang terdapat dalam laporan keuangan PT "X" telah disajikan dengan wajar. Disamping itu, PT "X" tidak mengungkapkan sistem pencatatan dan metode penilaian sediaan yang dipilih. Hal-hal ini berdampak pada para pemakai laporan dalam memanfaatkan informasi guna pengambilan keputusan. PT "X" sebaiknya melakukan penyesuaian terhadap nilai sediaan bahan baku dalam catatan akuntansinya dengan data yang benar dari hasil perhitungan fisik untuk mendapatkan nilai sediaan bahan baku yang sesuai dengan nilai yang sesungguhnya dan perhitungan laba rugi yang tepat. Pelaksanaan perhitungan fisik hendaknya didasari oleh instruksi tertulis dari pimpinan badan usaha agar pertanggungjawabannya menjadi jelas. Selain itu, PT "X" sebaiknya mengungkapkan hal-hal yang berkaitan dengan sediaan secara jelas pada catatan atas laporan keuangannya.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Eko Sasmito 200051
Date Deposited: 03 Jan 2014 07:44
Last Modified: 03 Jan 2014 07:44
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/5000

Actions (login required)

View Item View Item