Wibowo, Ika Mulyono Putri and Kristianto, Franciscus Cahyo and Suryani, Shafania Indah Bintan (2025) Intensi Pasien dalam Memanfaatkan Telefarmasi untuk Mendapatkan Pelayanan Kefarmasian di Apotek. In: Pertemuan Ilmiah Tahunan 2025 & Rakernas Ikatan Apoteker Indonesia, PIT 28 - 30 Agustus 2025, Navigating the Future of Pharmacy: Performance, Innovation, and Collaborative Transformations in Healthcare, 30 Agustus 2025, Makasar.
|
PDF
Buku Abstrak PIT IAI 2025-230.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (363kB) | Request a copy |
Abstract
Latar belakang: Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, saat ini, masyarakat dapat menikmati pelayanan kefarmasian tanpa harus meninggalkan rumah. Telefarmasi hadir sebagai media yang memberikan kemudahan untuk berkonsultasi dengan apoteker dan mencari informasi obat secara online. Di Indoneisa, telefarmasi telah mengalami banyak perkembangan dengan menjamurnya aplikasi layanan telefarmasi. Meskipun demikian, intensi masyarakat dalam menggunakan layanan ini belum banyak diteliti. Tujuan: untuk memberikan gambaran intensi masyarakat dan faktor yang berhubungan dengan intensi dalam memanfaatkan telefarmasi di Surabaya Timur. Metode: Penelitian ini merupakan survei dengan menggunakan kuesioner. Konstruk kuesioner disusun berdasarkan Theory of reasoned Action (TRA) yang terdiri dari 4 (empat) domain: attitude, subjective norms, volitional control, dan intensi. Sampel penelitian didapatkan menggunakan purposive sampling pada masyarakat yang membeli obat di apotek di Surabaya Timur. Hasil: Sejumlah 139 responden terlibat dalam penelitian ini dengan usia rata-rata 27,02+8,03 tahun. Intensi responden dari penelitian ini menunjukkan intensi yang baik dalam memanfaatkan layanan telefarmasi yang disediakan apoteker, skor rata-rata 4,4+0,7 dari 5,0. Intensi yang baik ini didukung oleh attitude responden (4,3+0,6 dari 5,0), subjective norms (4,04+0,69 dari 5,0), dan volitional control (4,48+0,61 dari 5,0). Uji Spearman menunjukkan attitude, norma subyektif, dan volitional control berhubungan signifikan dengan intensi pasien (p < 0,05). Attitude merupakan faktor yang berhubungan paling kuat dengan intensi pasien dibandingkan kedua faktor lain (r=0,534). Kesimpulan: Pasien di apotek Surabaya Timur memiliki intensi yang baik terhadap penggunaan telefarmasi dengan sikap sebagai faktor yang paling kuat berhubungan dengan intensi.
| Item Type: | Conference or Workshop Item (Paper) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | intensi, telefarmasi, apotek, theory of reasoned action, pelayanan kefarmasian |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Depositing User: | IKA MULYONO PUTRI WIBOWO |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 04:54 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 04:54 |
| URI: | http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/50187 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
