The Comparison Of Depression Levels In Cataract Patients With And Without Uncorrected Presbyopia In Surabaya Based On PHQ-9 Screening

Angkawidjaja, Katharina Merry Apriliani and Boengas, Sawitri and Wardhana, Ardyan Prima and Putri, Jose Elliora Roosy Tirto (2026) The Comparison Of Depression Levels In Cataract Patients With And Without Uncorrected Presbyopia In Surabaya Based On PHQ-9 Screening. Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, 8 (1). pp. 1383-1390. ISSN 2657-179X; E-ISSN 2656-7822

[thumbnail of THE COMPARISON OF DEPRESSION LEVELS.pdf] PDF
THE COMPARISON OF DEPRESSION LEVELS.pdf

Download (292kB)
Official URL / DOI: https://www.jurnal.fkunisa.ac.id/index.php/MA/arti...

Abstract

Katarak merupakan penyebab utama gangguan penglihatan pada populasi lansia dengan prevalensi yang tinggi di Indonesia, terutama di Jawa Timur. Selain katarak, pada lansia juga sering ditemukan penurunan daya akomodasi yang mengikuti yaitu presbyopia. Kedua hal tersebut diduga dapat meningkatkan risiko kejadian depresi atau gangguan suasana hati yang berdampak negatif pada kualitas hidup seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat depresi pada penderita katarak dengan dan tanpa presbyopia yang belum terkoreksi di Surabaya berdasarkan screening PHQ-9. Penelitian ini menggunakan rancangan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder dari kegiatan “Bakti Sosial Pembagian Satu Juta Kacamata.” Data pada penelitian ini terdiri dari 107 data responden penderita katarak yang diperoleh dengan total population sampling dan metode purposive sampling. Data kemudian terbagi ke dalam dua kelompok berdasarkan adanya presbyopia yang belum terkoreksi dan diolah untuk membandingkan derajat depresi yang dialami berdasarkan screening PHQ-9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% penderita mengalami depresi. Namun, tidak terdapat perbedaan tingkat depresi yang signifikan antara kelompok katarak dengan presbyopia yang belum terkoreksi dan tanpa presbyopia yang belum terkoreksi berdasarkan skor screening PHQ-9 (p=0.76). Analisis pengaruh faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, riwayat penyakit kronis, riwayat penggunaan NAPZA, alkohol, dan rokok juga tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian depresi.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Katarak, Presbiopia, Depresi, PHQ-9, Lansia
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medical
Depositing User: Ester Sri W. 196039
Date Deposited: 04 May 2026 09:02
Last Modified: 04 May 2026 09:02
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/50694

Actions (login required)

View Item View Item