Cuan Kuping Panjang : Strategi Ternak Kelinci Sukses di Lahan Sempit Perkotaan

Masyhur, Masyhur and Krisnawan, Alfian Hendra (2026) Cuan Kuping Panjang : Strategi Ternak Kelinci Sukses di Lahan Sempit Perkotaan. Amerta Media, Banyumas. ISBN 978-634-218-504-9

[thumbnail of Buku Cuan Kuping Panjang_Strategi Ternak Kelinci Sukses di Lahan Sempit Perkotaan.pdf] PDF
Buku Cuan Kuping Panjang_Strategi Ternak Kelinci Sukses di Lahan Sempit Perkotaan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Keterbatasan lahan di perkotaan bukan lagi alasan untuk mengubur peluang usaha peternakan. Di balik padatnya permukiman, tingginya kebutuhan pangan, dan berkembangnya gaya hidup urban, terdapat peluang menarik untuk mengembangkan urban farming berbasis kelinci. Kelinci memiliki keunggulan dari sisi ukuran tubuh, kemampuan reproduksi, kebutuhan ruang, hingga potensi produk yang dapat dikembangkan, sehingga cocok menjadi salah satu pilihan usaha peternakan skala rumah tangga maupun UMKM. Buku Urban Farming Kelinci hadir sebagai panduan untuk memahami bagaimana peternakan kelinci dapat dirancang agar sesuai dengan kondisi perkotaan. Pembahasan dimulai dari mengenali peluang urban farming, karakteristik dan keunggulan kelinci, analisis pasar, hingga konsep usaha yang berorientasi pada keberlanjutan. Tantangan utama seperti lahan sempit, bau, panas, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan dibahas secara praktis. Pembaca diajak mengenal desain kandang vertikal, sistem ventilasi, pengelolaan amonia, otomatisasi air minum, pencahayaan, serta standar kesejahteraan kelinci. Buku ini juga membahas cara memilih ras sesuai tujuan usaha, memilih indukan, menyusun program pemuliaan sederhana, hingga menentukan produk yang sesuai dengan target pasar. Dari sisi produksi, pembaca mendapatkan panduan mengenai manajemen pakan, penyediaan hijauan dan hay, pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar kota, kebutuhan nutrisi berdasarkan fase umur, serta pengelolaan reproduksi dan perawatan anak kelinci. Aspek kesehatan tidak luput dari perhatian melalui pembahasan biosekuriti, sanitasi, karantina, pertolongan pertama, dan pencegahan penyakit. Menariknya, buku ini tidak berhenti pada kegiatan beternak. Limbah peternakan juga dipandang sebagai sumber nilai ekonomi melalui konsep zero waste. Feses dan hasil samping peternakan dapat diolah menjadi kompos, pupuk, maupun produk lain yang memiliki nilai tambah. Dengan demikian, peternakan tidak hanya menghasilkan kelinci, tetapi juga membuka peluang pendapatan tambahan. Bagian akhir buku membawa pembaca masuk ke dunia bisnis melalui pembahasan branding peternakan urban, simulasi pendapatan, pemasaran digital, komunitas pelanggan, penjualan multichannel, manajemen keuangan UMKM, dan strategi membangun loyalitas pelanggan. Buku ini ditujukan bagi pemula, penghobi kelinci, pelaku UMKM, peternak skala rumah tangga, maupun siapa saja yang ingin melihat peluang usaha peternakan dari perspektif yang lebih modern. Dengan pendekatan yang praktis dan berorientasi pada kondisi perkotaan, buku ini mengajak pembaca melihat bahwa ruang yang terbatas tidak selalu berarti peluang yang terbatas. Dengan perencanaan, teknologi sederhana, manajemen yang tepat, dan strategi bisnis yang baik, peternakan kelinci dapat tumbuh menjadi usaha produktif, higienis, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: Sukses, Ternak, Kelinci, Ternak Kelinci, Lahan Sempit, Perkotaan
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Research Center > Community Engagement
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 28 Sep 2026 01:59
Last Modified: 28 Sep 2026 01:59
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/51294

Actions (login required)

View Item View Item