“Nah Kudiang Men”: Konsep kesiapan Narapidana Perempuan Bali Menjalani Masa Pidana dalam Kasus Narkotika

Budisetyani, I Gusti Ayu Putu Wulan and Rahayu, Yusti Probowati and Pramadi, Andrian (2024) “Nah Kudiang Men”: Konsep kesiapan Narapidana Perempuan Bali Menjalani Masa Pidana dalam Kasus Narkotika. In: Seminar & Call for Paper Online Magister Psikologi "Pendidikan Profesi Pada Seperempat Abad Pada Milenium Ketiga" Universitas Katolik Soegijapranata, 29 Juni 2024, Semarang, Indonesia. (Unpublished)

[thumbnail of I Gusti Ayu Putu_Presenter.pdf] PDF
I Gusti Ayu Putu_Presenter.pdf - Other

Download (2MB)
[thumbnail of Abstrak SemNas - I Gusti Ayu Putu Wulan Budisetyani-ok.pdf] PDF
Abstrak SemNas - I Gusti Ayu Putu Wulan Budisetyani-ok.pdf - Supplemental Material

Download (64kB)

Abstract

“Perempuan mana becus kalau harus mengerjakan banyak tugas sekaligus”. Pernyataan yang seringkali terdengar dalam sistem budaya tradisional, terutama budaya patriarki. Tidak terkecuali di Bali yang menganut budaya patriarki, perempuan seringkali berada di bawah kuasa laki-laki. Tetapi saat ini perempuan di Bali mengemban multi peran, antara lain mencari nafkah untuk keluarga, menyelesaikan tugas adat di lingkungan sosial, serta peran domestik rumah tangga. Masyarakat Bali juga kental dengan budaya gotong royong terutama dalam kegiatan adat. Hal ini menyebabkan munculnya stigma negatif yang diberikan kepada anggota masyarakat desa adat, terutama kepada perempuan, jika melakukan pelanggaran dalam masyarakat. Pelanggaran yang dimaksud juga termasuk tindak pidana yang dilakukan perempuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana narapidana perempuan Bali memaknai kehidupannya menjalani masa pidana di dalam Lembaga Pemasyarakatan. Responden yang terlibat adalah tiga narapidana perempuan yang sedang menjalani masa hukuman dalam kasus narkotika. Tindak pidana narkotika adalah salah satu tindak kejahatan victimless (pelaku sekaligus menjadi korban) yang juga termasuk dalam extraordinary crime. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dengan wawancara mendalam sebagai instrumen pengumpulan data. Penelitian ini mendapatkan dua temuan yaitu (1) keyakinan terhadap hukum karmaphala dan (2) kesiapan responden menerima akibat dari perbuatan yang telah dilakukan sebelumnya.

Item Type: Conference or Workshop Item (Speech)
Uncontrolled Keywords: makna hidup, narapidana perempuan, perempuan bali
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
K Law > K Law (General)
Divisions: Postgraduate Programs > Doctoral Program in Psychology
Depositing User: I Gusti Ayu Putu Wulan Budisetyani
Date Deposited: 07 Oct 2026 01:53
Last Modified: 07 Oct 2026 01:53
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/51347

Actions (login required)

View Item View Item