Penerapan Activity Analysis Untuk Mencapai Cost Reducition Pada Badan Usaha X Di Lawang - Malang.

Shanti , Sari (1999) Penerapan Activity Analysis Untuk Mencapai Cost Reducition Pada Badan Usaha X Di Lawang - Malang. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/153327

Abstract

Faktor teknologi yang berkembang dengan pesat, semakin konsumtifnya masyarakat telah membawa dampak yang positif bagi badan usaha 'X' sebagai salah satu industri hilir. Badan usaha 'X' merupakan badan usaha penghasil alkohol di Jawa Timur yang mengalami peningkatan biaya produksi dari tahun ke tahun. Peningkatan ini disebabkan karena adanya peningkatan harga molases yang merupakan bahan baku dalam produksi alkohol serta banyaknya aktivitas pada badan usaha 'X' yang non value added Untuk itulah maka badan usaha 'X' berusaha untuk menurunkan biaya produksinya yang dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu mencai barang substitusi untuk molases atau dengan mengeliminasi aktivitas yang tidak bernilai tambah Karena cara yang pertama tidak memungkinkan untuk diterapkan dalam badan usaha 'X', maka diusahakan untuk mengeliminasi aktivitas yang non value added. Cara pengeliminasiannya dikenal dengan nama activity analysis. Activity analysis dilakukan dengan cara memilah-milah mana aktivitas yang bernilai bagi badan usaha dan konsumen yang dikenal dengan real value added activity, aktivitas yang tidak bernilai tambah bagi konsumen namun tetap dibutuhkan oleh badan usaha yang lebih dikenal dengan business value added dan aktivitas yang tidak bernilai tambah baik bagi konsumen maupun bagi badan usaha yang disebut non value added activity. Setelah aktivitas tersebut dipisahkan, aktivitas yang termasuk dalam real value added activity akan ditingkatkan penggunaannya, aktivitas yang business value added akan ditingkatkan efisiensinya, serta aktivitas yang non value added akan dikurangi bahkan dieliminasi. Tujuan penggolongan aktivitas ini adalah mengetahui aktivitas mana yang dapat dihindari dan tidak dibutuhkan oleh badan usaha serta mana aktivitas yang tidak dapat dihindari dan dibutuhkan oleh badan usaha, sehingga badan usaha dapat menghilangkan aktivitas yang non value added dan akhirnya tercapai pengurangan biaya. Terdapat 14 aktivitas produksi dalam badan usaha 'X' meliputi aktivitas penerimaan bahan baku molases hingga aktivitas pemeliharaan dan perbaikan instalansi. Setelah dipilah-pilah, maka ditemukan 13 aktivitas real value added dengan proporsi sebesar 76.69% dari keseluruhan biaya produksi, 7 aktivitas business value added dengan proporsi 15.45% dari total biaya produksi serta 9 aktivitas non value added yang setara dengan 7.59% dari total biaya produksi. Cost reduction pada badan usaha 'X' dilakukan dengan 3 cara yaitu activity elimination, activity reduction dan activity sharing dan dengan teori analisis aktivitas ini dapat dilakukan penghematan sebesar Rp. 12.446.830,11 per bulan, yang mana penghematan ini dapat digunakan dananya untuk membiayai aktivitas yang real value added dan aktivitas business value added.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Moch. Ali Syamsudin 197011
Date Deposited: 01 Oct 2013 09:49
Last Modified: 01 Oct 2013 09:49
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/5138

Actions (login required)

View Item View Item