Penerapan Activity Based Costing System dan Activity Based Management pada Adi Sentosa Garmen di Surabaya

., Christiawan (2002) Penerapan Activity Based Costing System dan Activity Based Management pada Adi Sentosa Garmen di Surabaya. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/136112

Abstract

Semakin dekatnya era perdagangan bebas membuat badan usaha, baik itu badan usaha manufaktur maupun jasa semakin dituntut untuk bekerja dengan tingkat efisiensi yang tinggi agar dapat mempertahankan eksistensinya. Untuk menciptakan kondisi yang siap, diperlukan adanya pembenahan dalam sistem pengalokasian dan perhitungan biaya produksi. Adi Sentosa Garmen adalah sebuah perusahaan yang memproduksi celana jeans yang memenuhi kebutuhan dalam negeri. Adi Sentosa Garmen seringkali merasa kurang dapat bersaing dengan pihak kompetitor, karena pihak kompetitor menawarkan biaya penawaran yang lebih rendah dati pada biaya produk yang dihasilkan oleh Adi Sentosa Garmen. Karena itu perusahaan ingin mengkaji ulang sistem perhitungan biaya yang sekarang digunakan dan mencari alternatif baru dengan tujuan bisa lebih tepat/akurat. Selama ini, dalam menentukan harga pokok produksi, perusahaan masih berorientasi pada sistem akuntansi tradisional berdasarkan unit-based. Dari pengolahan data dengan metode Activity-Based Costing (ABC) dapat diketahui harga pokok produksi (HPP) yang lebih baik. Hal ini terbukti dengan adanya distorsi harga (overcasting dan undercosting) dari perhitungan HPP yang sekarang digunakan oleh perusahaan. Distorsi harga ini selain disebabkan oleh karena perubahan biaya overhead dengan perhitungan metode ABC juga disebabkan oleh karena perubahan biaya tenaga kerja langsung setelah dilakukan perhitungan dengan metode ABC. Overcosting terjadi pada beberapa produk yang relatif lebih sederhana dan undercossting terjadi pada beberapa produk yang lebih rumit. Dalam perhitungan HPP, metode ABC tidak hanya menggunakan unit produk sebagai pemicu biaya melainkan menggunakan aktivitas-aktivitas yang terjadi dengan cost driver yang sesuai dengan aktivitas tersebut. Produk yang mengalami overcosting terbesar adalah produk Cutbray dengan distorsi sebesar 2,6403% dan nilainya mencapai Rp 962,57. Sedangkan produk yang mengalami undercosting yang terbesar adalah produk cargo two in one dengan distorsi sebesar 3,0557% dan nilainya mencapai Rp 1.590,07. Dengan adanya perhitungan dengan metode ABC ini perusahaan dapat memperbaiki sistem perhitungan biaya mereka, terutama dalam pengalokasian biaya overhead. Informasi-informasi dari ABC ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi dan menganalisis aktivitas-aktivitas sehingga dapat diketahui aktivitas mana yang value-added dan non-value added, serta aktivitas yang mengkonsumsi sumber daya berlebih. Disini semua aktivitas merupakan aktivitas yang value-added karena tidak ada aktivitas yang dapat dihilangkan karena aktivitas satu berkaitan dengan aktivitas lain. Pada beberapa aktivitas terdapat inefisiensi tenaga kerja langsung dan jumlah mesin yang dipakai. Tenaga ketja langsung dapat dikurangi dan mesin bisa dijual sehingga dapat mengurangi biaya. Cost reduction terbesar adalah pada produk Cargo two in one dengan penghematan sebesar Rp 1.060,43 (1,9774% dari HPP sebelum adanya evaluasi).

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 04 Oct 2013 03:14
Last Modified: 04 Oct 2013 03:14
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/5270

Actions (login required)

View Item View Item