Hubungan Antara Kematangan Emosi dan Persepsi Terhadap Dukungan Anak Dengan Penyesuaian Diri Istri Dari Penderita Pasca Stroke.

Martantri, Mianda (2001) Hubungan Antara Kematangan Emosi dan Persepsi Terhadap Dukungan Anak Dengan Penyesuaian Diri Istri Dari Penderita Pasca Stroke. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/143446

Abstract

Adanya peran atau pola hidup yang berubah, yang disebabkan oleh kejadian tidak terduga seperti pasangan yang mengalami sakit yang cenderung kronis, membutuhkan suatu penyesuaian diri baru bagi pasangan lainnya demi mencapai kepuasan dan pertahanan dalam hidup. Hal tersebut berlaku pula untuk istri yang memiliki suami menderita stroke. Keinginan istri untuk menghabiskan waktu berdua dan mencurahkan perhatian timbal-balik dengan pasangannya kurang dapat terpenuhi sebab istri dituntut untuk memiliki tanggung-jawab dan waktu lebih untuk mengurusi suaminya yang stroke. Dikatakan demikian karena suami setelah stroke dapat mengalami penurunan kemampuan fisik dan proses mental lainnya bahkan perubahan pada kepribadiannya. Efek-efek setelah stroke tersebut dapat menciptakan stres dan merubah kehidupan keluarga, sebab kelabilan emosi suami setelah stroke dapat mempengaruhi istri serta anggota keluarga lainnya. Kemudian istri dituntut pula dapat menggantikan fungsi suami yang tidak sebaik dulu dalam rumah tangga. Terdapatnya faktor dukungan sosial juga diharapkan membantu istri dalam menyesuaikan diri dengan suaminya yang stroke, sebab menurut Sarason (l990), dukungan sosial pada keseluruhan hubungan sosial dapat membantu mendukung kesehatan emosional pada semua usia dan membantu menyeimbangkan kembali seseorang dari peristiwa hidup yang parah. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan kematangan emosi dan adanya dukungan anak dapat membantu tercapaiuya penyesuaian diri istri dari penderita pasca stroke. Sampel penelitian sebanyak 30 subyek yang diambil di Surabaya berdasarkan kriteria : istri usia 40-50 tahun, berstatus ibu rumah tangga, memiliki anak usia remaja atau dewasa, mempunyai suami yang stroke sehingga menimbulkan efek stroke berupa kemunduran fisik, telah keluar dari rumah sakit ± 6 bulan - 1 tahun dan dengan status ekonomi keluarga menengah keatas. Metode pengumpulan datanya menggunakan angket tertutup dan terbuka. Dari perhitungan menggunakan teknik analisis regresi dengan dua prediktor diperoleh hasil ada hubungan yang sangat signifikan antara kematangan emosi dan persepsi terhadap dukungan anak dengan penyesuaian diri istri dari penderita pasca stroke (F=71,808 dan p< 0,01). Sumbangan efektif kematangan emosi terhadap penyesuaian diri sebesar 75,023% dan persepsi terhadap dukungan anak terhadap penyesuaian diri sebesar 9,152%. Berarti ada 15,825% faktor lain yang mempengaruhi penyesuaian diri istri dari penderita pasca stroke, yaitu usia istri, tingkat pendidikan, pengalaman hidup yang dimilikinya, pandangan terhadap konsep peran seks tradisional, lamanya kepulangan suami dari rumah sakit serta masalah pengaturan keuangan keluarga.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Hari Subagijo 201031
Date Deposited: 07 Oct 2013 07:29
Last Modified: 07 Oct 2013 07:29
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/5291

Actions (login required)

View Item View Item