Karakteristik afektif peserta cluster grouping class

Widiasi, Sasanti (2003) Karakteristik afektif peserta cluster grouping class. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL / DOI: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/152109

Abstract

Cluster grouping (kelas khusus), merupakan kelas tersendiri yang memasukkan anak yang cerdas atau high achiever untuk mendapatkan pendidikan khusus. Survey awal dan penelitian yang terdahulu menunjukkan bahwa program cluster grouping menimbulkan persaingan antar siswa yang mempengaruhi karakteristik afektif siswa terutama yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai karakteristik afektif siswa kelas cluster grouping yang meliputi hubungan interpersonal, self-efficacy, motivasi belajar dan sikap siswa terhadap prestasi belajar. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Subyek penelitian berjumlah 10 siswa peserta cluster grouping class beserta orang tua yang dipilih secara non random dengan kriteria: prestasi yang tinggi yaitu rangking satu sampai dengan lima, prestasi yang sedang yaitu tiga rangking dari median kelas serta prestasi yang rendah yaitu lima rangking terbawah dari 40 siswa cluster grouping class serta dua orang guru yang dipilih dengan kriteria guru tersebut mengajar di cluster grouping class. Pengambilan data dilakukan selama 12 hari dengan mengambil waktu istirahat dan sepulang sekolah. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket terbuka. Wawancara untuk mendapatkan data tentang hubungan interpersonal, self-efficacy, motivasi belajar siswa dan sikap siswa terhadap prestasi belajar. Data wawancara dijaring dari siswa-siswa kelas cluster grouping dan guru pengajar di kelas cluster grouping. Angket terbuka ditujukan untuk para orang tua siswa-siswa yang diwawancara. Angket ini untuk mengetahui karakteristik afektif siswa cluster grouping. Data yang diperoleh menunjukkan siswa kelas unggulan tidak mengalami hambatan dalam hubungan interpersonal. Penyelesaian konflik yang dipilih adalah dengan membiarkan konflik reda sendiri. Keyakinan siswa dalam mengerjakan tugas, dinilai bagus oleh guru terlihat dari cara siswa mempertahankan pendapat dan jawaban masing-masing. Siswa cenderung kurang ulet dan tidak mandiri, tekun pada tugas dan mempunyai perhatian terhadap masalah belajar tapi kurang senang mencari dan memecahkan masalah serta merasa jenuh dengan pelajaran karena kurang diadakan praktek lapangan dan materi yang terlalu banyak. Siswa kelas unggulan cenderung belum puas pada prestasi yang sudah dicapai karena ingin memperbaiki nilai dan mengalahkan yang lain untuk mendapatkan rangking walaupun perbandingan nilai sebelum dan sesudah masuk kelas unggulan adalah lebih baik.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 13 Dec 2013 11:49
Last Modified: 13 Dec 2013 11:49
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/5834

Actions (login required)

View Item View Item