Pengaruh Nilai Tukar Rupiah-Dolar AS dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Perdagangan Internasional Indonesia Periode 1997-2001

Marcelina, Stephanie (2003) Pengaruh Nilai Tukar Rupiah-Dolar AS dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Perdagangan Internasional Indonesia Periode 1997-2001. Masters thesis, University of Surabaya.

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL / DOI: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/222932

Abstract

Depresiasi mata uang, disatu pihak akan mendorong ekspor dan dilain pihak akan menurunkan impor sedangkan apresiasi mata uang disatu pihak akan menurunkan ekspor dan dilain pihak akan mendorong impor. Hal yang terjadi di Indonesia menunjukkan pola yang tidak beraturan. Pengamatan yang dilakukan selama periode 1997-2001 menunjukkan bahwa pada waktu rupiah terdepresiasi, ekspor dan impor indonesia dapat meningkat dan dapat pula menurun, demikian pula sebaliknya pada waktu rupiah terdepresiasi ekspor dan impor Indonesia dapat pula meningkat dan menurun. Pengamatan yang dilakukan selama periode 1997-2001 terdiri dari 20 data, menunjukkan hanya sekitar 40% pola yang benar. Selain itu ada juga pengaruh dari kebijakan perdagangan yang dikeluarkan pemerintah terhadap ekspor dan impor Indonesia. Kebijakan pemerintah menggunakan variabel dummy dengan notasi 1 dan 0. Notasi 1 berarti ada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pada kuartal tersebut yang dapat mempengaruhi ekspor dan impor Indonesia, sedangkan notasi 0 tidak ada kebijakan yang dikeluarkan pada waktu itu. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ada yang bertujuan meningkatkan ekspor, menurunkan ekspor, meningkatkan impor maupun menurunkan impor. Berdasarkan hasil pengamatan sekitar 40% dari data yang menunjukkan pola yang benar, bahwa pada waktu pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dapat menurunkan ekspor dan impor maka pada kuartal itu juga ekspor dan impor mengalami penurunan dan sebaliknya. Setelah dilakukan pengolahan data selama periode tersebut diperoleh hasil bahwa nilai tukar dan kebijakan pemerintah dapat menjelaskan perdagangan internasional sebesar 73%, sedangakan 27% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar kedua variabel tersebut. Probabilitas F hitung sebesar 0.000123, artinya nilar tukar dan kebijakan pemerintah secara bersamaan dapat mempengaruhi perdagangan internasional indonesia. Secara pasial nilai tukar dapat mempenqaruhi perdagangan internasional Indonesia. Hanya saja koefisien regresinya bernilai -3.817364 yang berarti pola di indonesia tidak sesuai dengan pola dan Mundell-Fleming dan Madura. Pada waktu rupiah terdepresiasi, perdagangan internasional menurun (ekspor menurun dan impor meningkat). Hal ini disebabkan karena Indonesia banyak menggunakan bahan baku impor yang digunakan untuk ekspor. Secara parsial kebijakan pemerintah tidak dapat mempengaruhi perdaganqan internasional Indonesia. Tetapi dengan menggunakan Engle-Granger Error Correction Model (ECM) dalam jangka pendek perdagangan internasional saat ini dapat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah kuartal sebelumnya. Karena koefisien regresinya bemilai -0.563993 maka pada waktu ada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah kuartal tersebut menyebabkan penurunan pada perdagangan internasional. Hal ini berarti pada waktu itu pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dapat menurunkan ekspor dan impor tetapi lebih banyak kebijakan yang dapat menurunkan ekspor.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Postgraduate Programs > Master Program in Management
Depositing User: Karyono
Date Deposited: 12 Jun 2012 08:06
Last Modified: 24 Nov 2015 07:47
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/596

Actions (login required)

View Item View Item