Uji mutagenisititas ekstrak cair rimpang temu putih (Curcuma zedoaris (Berg) Roscoae) dengan metode mutai balik pada bakteri Escherichia coli WP2 uvr A

Vibianti, Ella (2002) Uji mutagenisititas ekstrak cair rimpang temu putih (Curcuma zedoaris (Berg) Roscoae) dengan metode mutai balik pada bakteri Escherichia coli WP2 uvr A. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/150612

Abstract

Pemakaian obat baru dari bahan alami sudah banyak diketahui manfaatnya, tetapi belum diketahui efek samping yang dapat timbul. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menepis ketakutan masyarakat dalam pemakaian obat tersebut adalah mengungkapkan efek samping dari obat itu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek mutagenik ekstrak cair (air dan DMSO) rimpang Temu putih terhadap bakteri Escherichia coli WP2 uvrA. Hal ini dilakukan karena rimpang Temu putih untuk pengobatan tumor dan kanker dapat dikhawatirkan terjadi perubahan susunan genetik. Pertama bakteri dibiakan semalam pada Larutan Oxoid Nutrient Broth 2,5%, kemudian dilakukan uji konfirmasi genetik bakteri terhadap keperluan histidin atau triptofan untuk pertumbuhan, faktor R, mutasi Rfa, dan mutasi uvrA. Digunakan bakteri Salmonella typhimurium TA 102 sebagai pembanding. Uji pendahuluan pada ekstrak cair (air dan DMSO) rimpang Temu putih 10000, 5000, 2500, 1000, 500, 250, 100, dan 50 mg/lempeng untuk menetapkan dosis tertinggi dan kelompok dosis. Uji ini dilakukan dengan cara yang sama pada uji mutagenisitas, tetapi menggunakan bakteri Salmonella typhimurium TA 100. Diperoleh kelompok dosis ekstrak cair (air dan DMSO) rimpang Temu putih 10000, 5000, 2500, 1250, dan 625 mg/lempeng untuk uji mutagenisitas. Uji mutagenisitas dilakukan pada bakteri Escherichia coli WP2 uvrA. Setelah diinkubasi pada suhu 3T selama 48 jam, jumlah koloni revertan dihitung dan dibandingkan terhadap jumlah koloni revertan pada lempeng kontrol. Berdasarkan analisa data tidak ada hubungan dosis-respon sekurang-kurangnya tiga dosis uji dan jumlah koloni revertan dosis tertinggi 10000 mg/lempeng tidak menunjukkan tiga kali jumlah koloni revertan lempeng kontrol. Dari hasil tersebut maka dapat dinyatakan ekstrak cair dengan penyari air dan DMSO rimpang Temu putih (Curcuma zedoaria) tidak menimbulkan efek mutagenik dan aman pada bakteri Escherichia coli WP2 uvrA.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 30 Oct 2013 02:52
Last Modified: 30 Oct 2013 02:52
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/5965

Actions (login required)

View Item View Item