Penerapan Non Financial Performance Measure sebagai alat penilaian kinerja pada bagian produksi PT X di Kediri

Haryanti, Chenny (2002) Penerapan Non Financial Performance Measure sebagai alat penilaian kinerja pada bagian produksi PT X di Kediri. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/153107

Abstract

Lingkungan usaha yang kompetitif dan dinamik merupakan tantangan bagi badan usaha untuk meningkatkan kemampuan dan daya saingnya agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Para produsen harus berusaha keras untuk memenangkan hati konsumennya. Keberhasilan kinerja suatu badan usaha tidak hanya diukur secara financial saja, namun banyak juga aspek non financial yang mempengaruhi keberhasilan badan usaha. Pada awalnya pengukuran kinerja secara non financial belum memegang peranan penting, namun seiring dengan perkembangan yang semakin maju dan modern, peranan pengukuran kinerja secara non financial sebagai pelengkap pengukuran financial semakin diperlukan. Pengukuran kinerja secara non financial merupakan pengukuran secara fisik terhadap aktivitas badan usaha sehingga informasi yang diperoleh bersifat operasional dan lebih terperinci atas proses produksi yang sedang berlangsung. Informasi ini diharapkan dapat membantu pihak manajemen dalam proses planning, controlling, maupun decision making dan memberikan umpan balik bagi manajemen untuk melakukan continuous improvement. Hal inilah yang melatarbelakangi studi terhadap PT. 'X', badan usaha yang memproduksi makanan ringan. Selama ini PT. 'X' menggunakan pengukuran secara financial yang didasarkan pada perolehan laba. Ada beberapa aspek nonfinancial yang dapat diterapkan pada PT. 'X' agar dapat mengoptimalkan kegiatan produksinya secara maksimal. Pengendalian kualitas dapat dilakukan pada 3 area, yaitu vendor performance, plant manufacturing performance, dan customer performance. Indikator yang digunakan adalah jumlah komplain, retur badan usaha terhadap supplier, jumlah unit cacat selama proses produksi, jumlah retur dan komplain dari pelanggan, serta jumlah keterlambatan pengiriman produk. Pengendalian cycle time dilakukan untuk mengetahui lamanya waktu yang digunakan dalam proses produksi. Sedangkan pengendalian produktivitas dilakukan untuk mengetahui tingkat efisiensi suatu input untuk menghasilkan produk. Pengukuran kinerja secara non financial dilakukan agar nantinya dapat menghasilkan informasi yang berguna khususnya bagi pihak manajemen. Penerapan non financial performance measurement selain untuk mengukur kegiatan operasional badan usaha, juga dapat mendorong terjadinya proses continuous improvement, sehingga dalam melakukan aktivitas operasional pada periode selanjutnya, badan usaha mempunyai pedoman untuk pengendalian yang lebih baik.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 31 Oct 2013 04:04
Last Modified: 31 Oct 2013 04:04
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/6031

Actions (login required)

View Item View Item