Hubungan antara kecerdasan emosi dengan kemampuan berpikir kreatif pada siswa SMU Kristen Petra 3 pagi Surabaya

Ilham, Totok (2002) Hubungan antara kecerdasan emosi dengan kemampuan berpikir kreatif pada siswa SMU Kristen Petra 3 pagi Surabaya. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/152107

Abstract

Pada masa remaja tahap akhir, keadaan emosi lebih terkontrol dan mampu memberikan reaksi emosional yang lebih ke arah kedewasaan. Selain itu dalam perkembangannya, remaja tahap akhir banyak menghadapi masalah-masalah baru dan kesulitan-kesulitan yang kompleks, sehingga untuk memecahkannya terkadang memerlukan cara berpikir yang kreatif. Setiap orang mempunyai bakat kreatif, walaupun dalam jenis dan derajat yang berbeda-beda. Bakat kreatif itu perlu dipupuk, dirangsang dan dikembangkan. Kreativitas dipengaruhi oleh faktor, antara lain jenis kelamin, status sosial ekonomi, ukuran keluarga, inteligensi, kekuatan berpikir positif dan motivasi diri sendiri merupakan komponen dasar dan hal yang penting dalarn mengembangkan kecerdasan emosi. Adanya kekuatan berpikir positif menjadikan individu memiliki harapan yang tinggi, cukup banyak akal, memiliki kepercayaan yang tinggi dan cukup luwes untuk menemukan cara-cara alternatif mencapai suatu sasaran. Melalui motivasi diri secara positif, individu akan lebih produktif dan efektif dalam melakukan sesuatu. Karena motivasi yang positif merupakan gabungan perasaan antusias, semangat yang besar, ketekunan dan percaya diri. Subyek penelitian adalah siswa-siswi SMU Kristen Petra 3 Pagi Surabaya sejumlah 130 orang dengan ciri-ciri berusia 16-18 tahun. Data untuk penelitian ini diambil menggunakan metode angket untuk kecerdasan emosi dan Tes Kreativitas Verbal paralel 1. Angket kecerdasan emosi berjumlah 36 pernyataan yang sahih. Berdasarkan teknik analisis statistik Product Moment diketahui bahwa tidak ada hubungan antara kecerdasan emosi dengan kemampuan berpikir kreatif pada siswa SMU Kristen Petra 3 Pagi Surabaya (r = -0,028 dengan p > 0,05). Hal ini mungkin disebabkan kecerdasan emosi subyek penelitian lebih banyak didominasi oleh aspek empati dan membina hubungan. Padahal aspek memotivasi diri sendiri, justru merupakan faktor penting yang menunjang seseorang untuk lebih produktif dan efektif dalam menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda. Selain itu, salah satu syarat bagi perkembangan kemampuan berpikir kreatif adalah adanya kebebasan, baik kebebasan berpikir, menyatakan ide, mencipta dan menentukan pilihan. Dengan adanya kebebasan tersebut, seseorang akan menjadi imajinatif, punya inisiatif, spontan, ekspresif, mandiri, punya pendirian dan percaya diri. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosi yang berkembang positif temyata tidak selalu berkaitan dengan kemampuan berpikir kreatif seseorang.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Department of Psychology
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 08 Nov 2013 03:01
Last Modified: 08 Nov 2013 03:01
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/6349

Actions (login required)

View Item View Item