Penerapan Fraud Audit Untuk Merekomendasikan Langkah - Langkah Yang Harus Diambil Dalam Rangka Mengurangi dan Mencegah Kecurangan Pada Siklus Pembelian dan Pembayaran Utang PT. X Di Surabaya

Yuwono, Ita Megawati (2002) Penerapan Fraud Audit Untuk Merekomendasikan Langkah - Langkah Yang Harus Diambil Dalam Rangka Mengurangi dan Mencegah Kecurangan Pada Siklus Pembelian dan Pembayaran Utang PT. X Di Surabaya. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/153198

Abstract

Pada suatu badan usaha sering ditemukan kasus kecurangan yang dilakukan oleh orang-orang dalam badan usaha itu sendiri. Kasus kecurangan dapat terjadi karena lemahnya sistem pengendalian internal dari badan usaha tersebut. Jadi, karena sistem pengendalian yang lemah dan tidak memadai maka memberikan peluang bagi orang-orang tersebut untuk melakukan kecurangan. Sistem pengendalian internal itu sendiri merupakan alat bantu yang berguna untuk mengawasi kegiatan badan usaha secara keseluruhan yang bertujuan untuk melindungi kekayaan dan catatan suatu badan usaha, memeriksa ketelitian dan keandalan data akuntansi, meningkatkan efisiensi, dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Sistem pengendalian internal dikatakan sudah kuat dan memadai jika dalam suatu badan usaha sudah terdapat pemisahan fungsi secara vertikal antara fungsi operasional, fungsi pengawasan, fungsi penyimpanan, dan fungsi pencatatan, selain itu juga tidak ada satu transaksipun yang hanya dilakukan oleh satu bagian saja, jadi selalu ada intenal check antar bagian. Untuk mendeteksi kecurangan-kecurangan yang telah dilakukan oleh orang-orang dalam badan usaha tersebut maka digunakan fraud audit. Fraud Audit adalah proses untuk mencari kelemahan dari sistem akuntansi dan pengendalian yang ada didalam badan usaha dan penyelewengan yang mungkin terjadi akibat kelemahan tersebut. Penyelewengan yang dimaksudkan adalah penyimpangan yang disengaja sehingga mengakibatkan adanya distorsi dalam laporan keuangan. Ada tiga kemungkinan kecurangan yang dapat dilakukan pada siklus pembelian dan pembayaran utang, yaitu false expense report (pencatatan badan usaha dikatakan salah), false supplier invoice (faktor supplier dikatakan salah), false information (kesalahan informasi). Kemungkinan-kemungkinan kecurangan tersebut dapat dideteksi dengan menggunakan fraud audit. Oleh karena itu penulis menerapkan fraud audit untuk mendeteksi adanya indikasi kecurangan yang mungkin dilakukan oleh PT "X". Berdasarkan hasil pemeriksaan, setelah dilakukan program audit, diketahui bahwa ada indikasi kecurangan pada siklus pembelian dan pembayaran utang di PT "X". Penulis sebagai pihak yang tidak berwenang dalam badan usaha tersebut hanya dapat memberikan rekomendasi kepada badan usaha mengenai langkah-langkah yang harus diambil untuk mencegah dan meminimalkan kecurangan yang terjadi, dimana rekomendasi yang disarankan diharapkan dapat dijadikan pertimbangan manajemen untuk mencegah kerugian yang lebih besar dikemudian hari.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: Faculty of Business and Economic > Department of Accounting
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 13 Dec 2013 02:12
Last Modified: 13 Dec 2013 02:12
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/6751

Actions (login required)

View Item View Item