Sistem Pengendalian Kualitas pada Proses Produksi Trafo di PT. Tjipto Langgeng

Djunaidi, Ellyana Margaretta (2001) Sistem Pengendalian Kualitas pada Proses Produksi Trafo di PT. Tjipto Langgeng. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/136409

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan suatu kegiatan yang sangat perlu dilakukan oleh setiap kegiatan produksi karena adalah faktor kunci yang menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Perusahaan yang menghasilkan produk yang berkualitas tinggi akan dapat menguasai pasar. PT. Tjipto Langgeng adalah perusahaan yang memproduksi alat-alat listrik berupa transformer, dan salah satu produknya adalah Trafo TL dengan merk dagang Butterfly. Perusahaan ingin menurunkan jumlah cacat yang terjadi pada proses produksi. Hal ini disebabkan karena perusahaan belum mempunyai metode pengendalian kualitas yang baik, sehingga tidak diketahui secara pasti faktor-faktor penyebab cacat yang terjadi. Dengan adanya masalah tersebut, dilakukan usaha pengendalian kualitas dengan menggunakan alat-alat evaluasi mutu seperti diagram Pareto untuk menentukan cacat yang paling dominan yang akan dikendalikan. grafik pengendali, pembuatan diagram Ishikawa untuk masing-masing jenis cacat dengan tujuan untuk merancang perbaikan yang akan dilaksanakan. Dari diagram Pareto diketahui bahwa jenis cacat yang terbesar adalah cacat tidak nyala pada proses pemasangan kern dengan penyebab kena kern, koker pecah. Atau kabel lepas. Cacat terbesar kedua adalah cacat tidak nyala (proses pemasangan kabel) dengan penyebab solderan kurang matang, kemudian dilanjutkan dengan cacat tidak nyala (proses pengekleman) dengan penyebab kena klem. Selanjutnya dalam grafik pengendali p dilihat apakah cacat yang terjadi masih terkendali atau tidak. Kemudian dicari faktor-faktor yang berpengaruh terhadap masing masing jenis cacat tersebut yaitu faktor mesin, manusia, metode, bahan baku, dan lingkungan. Ternyata faktor-faktor utama penyebab cacat. pada cacat tidak nyala (proses pemasangan kern) dengan penyebab kena kern, koker pecah atau kabel lepas, faktor penyebab cacatnya adalah faktor metode karena kesalahan dalam memasang kern yang lebih dari 30. Selain itu karena cara mengangkat kabel tidak sempurna. Dan yang kedua adalah faktor manusia karena menempatkan posisi kern tidak tepat. Pada cacat tidak nyala (proses pemasangan kabel) dengan penyebab solderan kurang matang, faktor penyebab cacatnya adalah manusia karena mengerik kurang bersih atau menyolder terlalu cepat. Sedangkan cacat tidak nyala (proses pengekleman) dengan penyebab kena klem. faktor utama penyebab cacatnya adalah manusia karena menempatkan penutup chasing tidak tepat. Sehingga diusulkan perbaikan terhadap faktor-faktor diatas antara lain menegur operator tersebut dan diadakan pengawasan terhadap operator sebanyak 3 kali sebari, pemberian alat bantu pada proses pemasangan kern untuk menepatkan kern agar 30 biji, pemberian kipas angin. Usulan-usulan perbaikan tersebut kemudian diterapkan pada perusahaan dan dilihat hasilnya yang ternyata menunjukkan adanya perbaikan dengan menurunnya jumlah cacat. Seperti persentase cacat proses pemasangan kabel yang semula 3,128% menjadi 2,184 %, proses pemasangan kern yang semula 3,429% menjadi 2,284%, dan proses pengekleman yang semula 3,072 % menjadi 2,026 %.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Moch. Ali Syamsudin 197011
Date Deposited: 04 Dec 2013 04:16
Last Modified: 04 Dec 2013 04:16
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/6761

Actions (login required)

View Item View Item