Penjadwalan Produksi Di PT. Witra Interior

Gunawan, Debora Lestijanto (1999) Penjadwalan Produksi Di PT. Witra Interior. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/230998

Abstract

PT. Witra Interior adalah perusahaan yang bergerak di bidang furniture yang terbuat dari kayu, khususnya untuk perlengkapan kamar tidur. Produk diekspor ke Amerika Serikat dan Belanda. Sistem manufaktur yang diterapkan adalah make to order. Aliran proses yang dilalui berbentuk rangkaian mesin serial dengan beberapa mesin paralel di dalamnya. Masing-masing produk secara umum menggunakan mesin secara bersama. Penjadwalan yang dipakai perusahaan hanya berdasarkan prinsip First Come First Serve. Kesulitan dalam integrasi semakin terasa, beberapa order terpaksa terlambat. Disamping itu perusahaan mengalami kesulitan dalam memperkirakan waktu standar dan output standar proses produksinya. Berangkat dari kenyataan itu perusahaan menginginkan suatu penjadwalan produksi yang dapat mengurangi waktu keterlambatan (maximum lateness). Karena itu dibuat cara penjadwalan yang menggunakan metoda EDD untuk meminimumkan max lateness. Pertama-tama yang dilakukan adalah mengurutkan order yang datang berdasarkan due date order yang dikerjakan terlebih dahulu adalah order dengan due date paling kecil. Setelah itu dilakukan pengurutan produk, produk yang diurutkan terlebih dahulu adalah yang mempunyai total waktu di mesin SPINDLE terbesar. Total waktu yang dimaksud disini adalah waktu yang dibutuhkan produk di mesin SPINDLE dikalikan dengan jumlah order. Apabila sudah dilakukan pengurutan produk maka akan dilahirkan pengurutan komponen dalam produk yang terpilih tersebut. Pertama yang dilihat apakah sesudah mesin SPINDLE masih ada proses permesinan lain yang mengikutinya bila ada maka urutkan mulai dari total waktu pengerjaan yang paling lama. Total waktu= (jumlah komponen x waktu yang dibutuhkan komponen di mesin SPINDLE). Kemudian bila semua komponen tersebut sudah diurutkan, urutan selanjutnya adalah komponen yang melewati proses SPINDLE pada urutan terakhir. Cara pengurutannya adalah mulai dari total waktu proses terlama di mesin SPINDLE. Bila semua komponen yang melewati mesin SPINDLE sudah diurutkan, maka komponen yang tidak melewati mesin SPINDLE ada di urutan berikutnya. Cara pengurutannya adalah mencari waktu permesinan terlama di semua mesin yang dibutuhkan komponen tersebut. Komponen yang mempunyai waktu pengerjaan paling lama dikerjakan terlebih dahulu. Dengan adanya penjadwalan baru ini, dapat menekan keterlambatan maximum pada order bulan Januari dari 10 hari meniadi 7 hari.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Hari Subagijo 201031
Date Deposited: 10 Dec 2013 06:49
Last Modified: 10 Dec 2013 06:49
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/6919

Actions (login required)

View Item View Item