Pola Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant Ditinjau Dari Tingkat Usia, Tingkat Pendidikan dan Tingkat Status Sosial ekonomi : Penelitian Pada Ibu Rumah Tangga di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto

Ariyanti, Fitriana (2003) Pola Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant Ditinjau Dari Tingkat Usia, Tingkat Pendidikan dan Tingkat Status Sosial ekonomi : Penelitian Pada Ibu Rumah Tangga di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/150521

Abstract

Salah satu cara untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk adalah dengan menggalakkan penggunaan kontrasepsi. Perkembangan teknologi alat kontrasepsi dari tahun ke tahun telah mengalami kemajuan yang pesat. Selain dari obat kontrasepsi yang diberikan per oral, pada masa ini tersedia pula obat kontrasepsi secara "susuk" (implantasi) yang mengandung norgestrel. Telah dilakukan penelitian tentang pola pemakaian alat kontrasepsi implant pada ibu-ibu rumah tangga di kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto yang ditinjau dari tingkat usia,tingkat pendidikan dan tingkat status sosial ekonomi. Mengenai tingkat usia, yang paling banyak adalah usia 30-34 tahun (23,33%) dan usia 35-39 tahun (22,67%). Dengan latar belakang pendidikan yang terbanyak adalah tamat SD (14,00%). Dan bila ditinjau dari tingkat status sosial ekonomi yang terbanyak adalah dari golongan II (dengan penghasilan antara >Rp 300.000,00- Rp 700.000,00) per bulan. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan angket disertai wawancara secara langsung terhadap 150 responden. Sumber informasi tentang alat kontrasepsi implant yang pertama kali diperoleh responden yang terbanyak adalah dari dokter/bidan (53,33%). Jenis kontrasepsi implant yang paling banyak digunakan oleh responden adalah norplant (68,67%). Sebanyak 28,00% responden menyatakan sudah lebih dari sekali memakai implant. Bagi responden yang menggunakan kontraspsi implant lebih dari sekali, sudah cukup tepat waktu dalam mengganti implant sesuai jadwal pencabutan kontrasepsi implant (90,48%). Responden yang melakukan konseling terlebih dulu dengan dokter/bidan sebelum dilakukan pemasangan implant/susuk (89,33%). Terdapat 0,67% responden yang pernah mengalami kehamilan selama menggunakan kontrasepsi implant/susuk. Faktor yang menjadi pertimbangan responden dalam menggunakan susuk, yang terbanyak adalah praktis dan efektif (48,00%). Periode waktu dalam melakukan pemasangan implant/susuk yang terbanyak adalah kurang lebih 40 hari setelah bersalin (40,00%) dan 7 hari dari haid pertama (36,67%). Tempat pemasangan implant/susuk yang paling banyak dituju oleh responden adalah Puskesmas/poliklinik (92,67%). Responden yang masih melakukan konseling dengan dokter/bidan setelah pemasangan implant (82,67%) Efek samping dari kontrasepsi implant yang paling banyak dialami responden adalah gangguan siklus haid (54,43%). Tindakan yang pertama kali dilakukan responden dalam mengatasi efek samping dari pemakaian susuk yang terbanyak adalah dengan bertanya dan memeriksakan diri ke dokter/bidan (68,12%). Berdasarkan perincian dari faktor usia, tingkat pendidikan dan tingkat status sosial ekonomi dapat disimpulkan bahwa ada respon yang berbeda dari faktor usia, tingkat pendidikan dan tingkat status sosial ekonomi mengenai pola pemakaian alat kontrasepsi implant/susuk.

Item Type: Undergraduate thesis
Uncontrolled Keywords: Implant, Tingkat Usia, Tingkat Pendidikan dan Tingkat Status Sosial Ekonomi
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Faculty of Pharmacy > Department of Pharmacy
Depositing User: Karyono
Date Deposited: 16 Dec 2013 03:45
Last Modified: 16 Dec 2013 03:45
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/6989

Actions (login required)

View Item View Item