Analisis Keseimbangan Lintasan Dengan Memperhatikan Aspek Ergonomi di CV Waru Indah

Yulia, Belinda (2003) Analisis Keseimbangan Lintasan Dengan Memperhatikan Aspek Ergonomi di CV Waru Indah. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL / DOI: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/135995

Abstract

CV Waru Indah adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kayu. Salah satu hasil olahan kayu yang paling banyak dipesan dan selalu diproduksi tiap bulan adalah kayu fingerJoint yang merupakan jenis produk kayu tanpa cacat. Permintaan kayu finger joint berasal dari luar negeri seperti Taiwan, Korea, dan Jepang. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini adalah adanya keluhan dari pekerja mengenai fasilitas kerja yang kurang nyaman. Selain itu, kondisi kerja di perusahaan juga terkesan sumpek dengan pembagian beban kerja yang kurang merata dengan banyaknya tumpukan kayu di beberapa tempat. Hal ini menyebabkan aliran produksi tidak dapat berjalan dengan lancar sehingga perlu dilakukan perencanaan keseimbangan lintasan. Berdasarkan hasil wawancara secara lisan diketahui bahwa operator yang membutuhkan perbaikan fasilitas kerja adalah operator mesin cross cut (1-2&0-3 dan 0-8) dan operator meja joint (0-5). Dari keluhan dan wawancara kedua operator tersebut maka diketahui bahwa operator mesin cross cut memerlukan kursi cross cut yang lebih nyaman dan ergonomis. Sedangkan operator meja joint mengeluh tentang meja yang terlalu pendek dan mengiginkan posisi kerja duduk sehingga dilakukan 2 alternatif perancangan fasilitas kerja yaitu kursi pendek dan kursi meja yang sesuai. Dengan menggunakan fasilitas kerja yang baru tersebut, operator mesin cross cut dan operator meja joint dapat bekerja lebih nyaman sehingga terjadi pengurangan waktu kerja. Dari hasil uji statistik, diketahui terjadi pengurangan waktu kerja yang signifikan pada I-2&0-3 dan 0-5 yang perbaikannya berupa meja+kursi. Setelah dilakukan perencanaan keseimbangan lintasan maka didapat hasil sebagai berikut: perencanaan keseimbangan lintasan sebelum perbaikan menghasilkan balance delay sebesar 20.91% dengan pengurangan jumlah tenaga kerja dari 36 orang menjadi 15 orang. Sedangkan perencanaan keseimbangan lintasan setelah perbaikan menghasilkan balance delay sebesar 14.81% dengan pengurangan tenaga kerja yang semula 36 orang menjadi 13 orang. Adanya perbaikan fasilitas kerja juga menghasilkan penghematan biaya produksi sebesar Rp. 18.807.000/tahun. Dengan dilakukannya line balancing maka dibuat layout usulan yang sesuai hasil line balancing sehingga aliran produksi lebih sederhana dan rapi. Setelah dilakukan simulasi terlihat adanya pengurangan penumpukan material dan peningkatan kapasitas produksi perusahaan. Kapasitas produksi perusahaan yang semula hanya 45,1 pak atau 902 kayu fingerjoint sehingga tidak dapat memenuhi demand yang ada, sete1ah line balancing menjadi 51.9 pak atau 1038 kayu fingerjoint yang berarti meningkat 15.08% per harinya. Sedangkan dari simulasi setelah perbaikan dihasilkan output sebesar 50 pak atau 1000 kayu fingerjoint yang berarti meningkat 10.86% per harinya. Dengan peningkatan kapasitas produksi ini maka perusahaan sudah dapat memenuhi demand yang ada.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Masyhur 196042
Date Deposited: 10 Jan 2014 04:34
Last Modified: 10 Jan 2014 04:34
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/7241

Actions (login required)

View Item View Item