Penerapan Activity Based Management Untuk Peningkatan Produktivitas

., Sulistiyowati (2000) Penerapan Activity Based Management Untuk Peningkatan Produktivitas. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/136573

Abstract

Persaingan dalam dunia usaha pada saat ini yang semakin ketat menyebabkan badan usaha semakin dituntut untuk bekerja secara efisien agar dapat bertahan. Agar perusahaan siap untuk bersaing harus diperhatikan Harga Pokok Produksinya. Agar Harga Pokok Produksi perusahaan dapat dihitung dengan tepat maka diperlukan pembebanan biaya dan pengalokasian biaya dalam perhitungan biaya produksi. PT “KT” adalah perusahaan kayu yang berorientasi ekspor. Ekspor dilakukan ke negara Australia, Hongkong, Newzealand dan Jepang. Dalam melakukan ekspor kayu ke negara-negara tersebut PT. “KT" harus menghadapi kompetitor dalam negeri maupun luar negeri. Karena persaingan dalam industri perkayuan yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk mengkaji ulang perhitungan biaya yang sekarang digunakan serta menentukan alternatif agar dapat diperoleh biaya poduksi yang lebih akurat. Perusahaan, selama ini dalam menentukan Harga Pokok Produksi masih menggunakan sistem biaya tradisional. Perhitungan biaya tradisional tersebut membebankan biaya berdasarkan unit based. Dari pengalokasian data dengan menggunakan metode Activity Based Coxing dapat diketahui Harga Pokok Produksi yang lebih akurat. Hal ini disebabkan karena sistem Activity Based Costing membebankan biaya berdasarkan aktivitas yang dilaluinya. Adanya perhitungan biaya dengan metode Activity Based Costing menyebabkan terjadinya distorsi harga, dimana distorsi harga tersebut dapat berupa overcosting ( O.C ) dan undercosting ( U.C ). Overcosting terjadi pada produk yang pengerjaannya lebih sederhana sedangkan undercosting terjadi pada produk yang pengerjaannya lebih rumit Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan menggunakan metode Activity Based Costing ini, dapat digunakan oleh perusahaan dalam memperbaiki biaya terutama pengalokasian biaya overhed. Dengan informasi dari Activity Based Costing ini, dapat dilakukan evaluasi dan menganalisis aktivitas-aktivitas sehingga dapat diketahui, aktivitas-aktivitas yang value added, bussines value added dan non value added. Aktivitas inspeksi dan packing merupakan aktivitas yang bussines value added, sedangkan aktivitas material handling dan gudang adalah aktivitas non value added. Dari analisis terhadap aktivitas, didapatkan bahwa aktivitas inspeksi dapat digabung dengan aktivitas crosscut, sedangkan aktivitas packing digabung dengan altivitas gudang. Pada aktivitas material handling tidak terjadi penggabungan namun terjadi pengurangan jumlah material handling. Dari analisis dengan Activity Based Menagement dapat diketahui adanya inefisiensi tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung serta jumlah material handling. Tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak langsung yang berlebih dapat dikurangi sedangkan material hadling yaag berlebih bisa dijual. Penggabungan aktivitas yang ada menyebabkan berkurangnya area yang dibutuhkan untuk penggabungan aktivitas tersebut. Area yang tidak terpakai karena adanya penggabungan dapat disewakan ke perusahaan lainnya sehingga dapat mengurangi besarnya biaya yang dikeluarkan.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Hari Subagijo 201031
Date Deposited: 23 Jan 2014 07:51
Last Modified: 23 Jan 2014 07:51
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/7461

Actions (login required)

View Item View Item