Perencanaan Produksi Pada Perusahaan Rokok P.T Cakra Guna Cipta Malang.

Annywati, Raifong (2001) Perencanaan Produksi Pada Perusahaan Rokok P.T Cakra Guna Cipta Malang. [Undergraduate thesis]

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL / DOI: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/136532

Abstract

P.T. Cakra Guna Cipta adalah perusahaan rokok yang melakukan kegiatan produksinya secara terus-menerus dan menyimpan kelebihan hasil produksinya. Ada 2 macam rokok yang diproduksi, yaitu rokok kretek dan rokok filter. Rokok hasil produksi P.T. Cakra ini dipasarkan di luar Pulau Jawa. Perusahaan perlu menentukan transportasi pengiriman hasil produksi yang meminimumkan biaya transportasi dan hasil produksi bisa tiba di agen atau pengecer tepat waktu; menentukan persediaan rokok yang optimal setiap periode dan membuat perencanaan produksi yang baik untuk rokok kretek maupun rokok filter. Peramalan dilakukan selama 12 bulan terhadap data permintaan masa Ialu dengan metode Box-Jenkins untuk masing-masing merk rokok. Kemudian dilakukan perhitungan safety stock yang optimal setiap bulan untuk masing-masing merk rokok. Setelah itu ditentukan jumlah tenaga kerja yang optimal selama 6 bulan baik untuk rokok kretek maupun untuk rokok filter, selanjutnya dilakukan perencanaan produksi agregat dan disagregasi dengan tinier programming. Untuk meminimumkan biaya transportasi yang dikeluarkan perusahaan dan menjamin barang tiba tepat waktu di pelabuhan, perusahaan dapat menggunakan jasa ekspedisi Mawar Jaya untuk mengirim hasil produksi ke pelabuhan dengan biaya pengiriman Rp. 1000,00/karton rokok. Dengan jasa ekspedisi ini perusahaan dapat menghemat biaya transportasi untuk rokok kretek Rp. 352,42/karton dan untuk rokok filter Rp. 462,07/karton. Dari hasil peramalan permintaan tiap merk rokok dengan metode Box Jenkins untuk 12 bulan ke depan, diperoleh jumlah safety stock yang optimal tiap merk rokok. Dari hasil perhitungan jumlah tenaga kerja yang optimal selama 6 bulan, jumlah tenaga kerja rokok kretek berdasarkan jumlah tenaga kerja maksimum perlu ditambah sebesar 54 orang untuk bagian giling, gunting dan bendel sedangkan bagian verpak perlu ditambah 18 orang. Jadi jumlah tenaga kerja rokok kretek perlu ditambah 72 orang dari tenaga kerja mula-mula. Sedangkan jumlah tenaga kerja rokok filter berdasarkan kebutuhan rata-rata untuk bagian verpak perlu dikurangi sebesar 25 orang dari tenaga kerja mula-mula. Dengan adanya penentuan jumlah tenaga kerja berdasarkan kebutuhan yang maksimum selama 6 bulan untuk rokok kretek bagian giling, gunting dan bendel, total biaya yang dikeluarkan perusahaan berkurang dari Rp. 144.377.775,30 menjadi Rp. 37.805.137,28 serta untuk bagian verpak total biaya yang dikeluarkan perusahaan berkurang dari Rp52.084.001,81 menjadi Rp38.775.672,72. Sedangkan dengan adanya penentuan jumlah tenaga kerja berdasarkan kebutuhan rata-rata selama 6 bulan untuk rokok filter, total biaya gaji tenaga kerja yang menganggur berkurang dari Rp. 96.629.287,75 menjadi Rp. 31.735.826,63. Dari disagregasi rokok kretek dan rokok filter dengan tinier programming diperoleh siklus produksi optimal dan jumlah yang harus diproduksi untuk tiap merk rokok kretek dan filter tiap siklus.

Item Type: Undergraduate thesis
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Industrial Engineering
Depositing User: Hari Subagijo 201031
Date Deposited: 24 Jan 2014 08:59
Last Modified: 24 Jan 2014 08:59
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/7489

Actions (login required)

View Item View Item