Hibah Antara Suami-Istri yang Mempunyai Perjanjian Perkawinan

MALACCA, TANTI SATYARINI (2013) Hibah Antara Suami-Istri yang Mempunyai Perjanjian Perkawinan. Masters thesis, University of Surabaya.

Full text not available from this repository. (Request a copy)
Official URL: http://digilib.ubaya.ac.id/pustaka.php/234388

Abstract

Hibah adalah suatu perjanjian dengan mana si penghibah di waktu hidupnya, dengan cuma-cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali, menyerahkan sesuatu benda guna keperluan penerima hibah yang menerima penyerahan itu. Setiap orang boleh memberikan dan menerima sesuatu sebagai hibah kecuali mereka yang oleh undang-undang dinyatakan tidak mampu untuk itu. Salah satu larangan penghibahan tercantum dalam pasal 1678 KUHPerdata, yaitu ; Dilarang adalah penghibahan antara suami isteri selama perkawinan mereka. Kemudian kalimat berikutnya mengatur, Namun ketentuan ini tidak berlaku terhadap hadiah-hadiah atau pemberian-pemberian berupa benda-benda bergerak yang berwujud, yang harganya tidak terlalu tinggi mengingat kemampuan si penghibah. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif , yaitu tipe penelitian hukum terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder terutama yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas. Hibah antara suami istri yang mempunyai perjanjian perkawinan namun tidak di perjanjikan, berlaku pengecualian dalam kalimat berikutnya dalam pasal 1678 KUHPerdata. Namun apabila suami istri mempunyai perjanjian perkawinan dapat memperjanjikan tentang penghibahan di dalam perjanjian perkawinnya, seperti yang terdapat dalam pasal 168 KUHPerdata memperbolehkan hibah antara suami istri, apabila telah dituangkan dalam perjanjian perkawinan dan pasal 139 KUHPerdata menerangkan bahwa calon suami istri boleh menuangkan dalam perjanjian perkawinannya beberapa penyimpangan dari peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Akta hibah antara suami istri yang di buat dihadapan Notaris bertentangan dengan pasal 1678 KUHPerdata, ini dikarenakan notaris disini bersifat pasif atau diam, Notaris yang bersangkutan dapat dikenakan pasal 1365 KUHPerdata mengenai perbuatan melanggar hukum dan pasal 1246 KUHPerdata mengenai ganti rugi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: hibah
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Postgraduate Programs > Master Program in Notary
Depositing User: Eko Wahyudi 197013
Date Deposited: 11 Feb 2014 09:57
Last Modified: 11 Feb 2014 09:57
URI: http://repository.ubaya.ac.id/id/eprint/7812

Actions (login required)

View Item View Item